Dinas Sosial Terus Lakukan Pendampingan Bayi
Kondisi bayi sudah mulai membaik. Sudah tidak memakai alat bantu pernapasan
Tag
Kondisi bayi sudah mulai membaik. Sudah tidak memakai alat bantu pernapasan
Sampai saat ini calon orang tua masih belum bisa mengadopsi bayi. Karena harus menunggu selesainya proses perawatan dan penyelidikan terhadap kasus tersebut
Warga Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, digegerkan dengan peristiwa penemuan jasad bayi berjenis kelamin perempuan di belakang rumah potong sapi, Jalan Kaladan.
Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar membeberkan alasan pemindahan bayi yang ditemukan di semak dari Siloam Hospital ke RSUD dr Doris Sylvanus.
Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul RK Siregar menyebut bayi perempuan yang dibuang di sekitar kawasan terminal AKAP WA Gara, Sabtu, 1 Juni 2019, saat ini dalam keadaan sehat. Bayi ini ditemukan warga yang kemudian melapor ke kepolisian.
Suasana sekitar terminal AKAP WA Gara, Palangka Raya, Sabtu, 1 Juni 2019 sore digemparkan dengann penemuan bayi berjenis kelamin perempuan. Bayi itu diduga baru dilahirkan oleh orangtuanya yang tidak bertanggungjawab.
Polisi masih meminta keterangan dari sejumlah saksi dan memeriksa sejumlah barang bukti yang ditemukan dekat bayi dimaksud
Puluhan orang tua asuh berminat mengadopsi bayi yang ditemukan di bawah pohon terong asam di halaman rumah warga di Jalan Pelita IV, Kota Buntok, Kabupaten Barito Selatan, beberapa waktu lalu.
Ternyata ada surat wasiat bertulis tangan ditemukan di dalam kardus dekat penemuan bayi mungil berjenis kelamin laki-laki yang sempat menghebohkan warga Jalan Pelita IV Buntok.
Warga Buntok heboh lantaran penemuan seorang bayi mungil dalam kardus di bawah pohon terong asam, di halaman rumah warga bernama Galan Pandehen, Jalan Pelita IV. Sabtu (27/4/2019) sekitar pukul 16.00 WIB.
Aparat kepolisian masih menangani kasus penelantaran bayi yang ditemukan di semak bawah pohon nanas, Jalan G Obos XXVI, Palangka Raya pada Kamis (9/8/2018) lalu.
Memasuki hari ketiga pascabayi laki-laki dengan berat badan 2,7 kilogram ditemukan, sudah ada belasan orang yang menanyakan ingin mengadopsi.
Proses adopsi bisa dibuka kalau pelayanan kesehatan selesai. Di kepolisian juga selesai, misalnya tentang jejak rekam ayah dan ibu
dinsos belum membuka kesempatan seseorang untuk mengadopsi bayi tersebut. Sebab, saat ini ibu dari si bayi berusia 15, masih dalam proses di kepolisian.
Fairid Naparin, wali kota Palangka Raya terpilih periode 2018-2023, berencana mengunjungi Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar untuk membahas tentang bayi yang ditemukan di semak.
Bayi yang ditemukan di semak-semak di antara pohon nanas pada Kamis (9/8/2018) lalu, menjadi perhatian serius Wali Kota Palangka Raya terpilih, Fairid Naparin.
Wali Kota Palangka Raya terpilih, Fairid Naparin, menjenguk bayi laki-laki yang ditemukan di semak saat dirawat di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya,.
Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul Rein Krisman Siregar mengatakan, status ibu yang membuang bayi ke semak-semak di antara pohon nanas berinisial HL, 15, masih terperiksa.
Terduga pembuang bayi itu adalah ibu dari si bayi itu sendiri. Dia berusia 15.
Bayi yang ditemukan di semak, belakang rumah warga, Jalan G Obos XXVI, Kota Palangka Raya, saat ini dalam penanganan tim medis RSUD dr Doris Sylvanus.