Saksi Bertambah Terkait Kasus Penemuan Mayat
Sebelumnya ada lima orang saksi yang sudah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Kotim. Kini bertambah dua orang, jadi totalnya ada tujuh orang saksi.
Tag
Sebelumnya ada lima orang saksi yang sudah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Kotim. Kini bertambah dua orang, jadi totalnya ada tujuh orang saksi.
Dari hasil identifikasi dan visum sementara, korban M Zaidi alias Unyir diperkirakan tenggelam di Sungai Mentaya, Kota Sampit, Kabupaten Kotim, kurang lebih 12 jam.
Polres Kotawaringin Timur menyelidiki kasus temuan jasad M Zaidi alias Unyir yang mengapung di Sungai Mentaya, Kota Sampit.
Penemuan jasad Muhammad Zaidi alias Unyir yang mengapung di Sungai Mentaya, Rabu (3/10/2018), ditindaklanjuti kepolisian dengan melakukan penyelidikan.
Jasad M Zaidi alias Unyir sempat dikira oleh warga yang tinggal di bantaran Sungai Mentaya, Sampit, adalah sebuah patung peraga atau manekin yang hanyut di sungai.
Kematian Muhammad Zaidi alias Unyir, sopir travel Murakarta rute Sampit-Banjarmasin menjadi perbincangan banyak warga di Sampit.
Muhammad Zaidi alias Unyir yang ditemukan menjadi mayat dan mengapung di Sungai Mentaya diduga merupakan korban pembunuhan. Ini diungkapkan oleh beberapa warga di sekitar lokasi kejadian.
Korban bernama Muhammad Zaidi. Diduga korban tenggelam lebih dari 12 jam
Identitas mayat yang ditemukan di daerah aliran sungai (DAS) Mentaya, Jalan Iskandar, Kelurahan MB Hilir, Kecamatan MB Ketapang, Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ketahui bernama Muhammad Zaidi alias Unyir.
Identitas mayat yang ditemukan mengapung oleh warga Jalan Iskandar, Kelurahan MB Hilir, Sampit, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (3/10/2018) tadi pagi belum diketahui.
Warga Jalan Iskandar Kelurahan MB Hilir, Sampit, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menemukan mayat berjenis kelamin laki-laki dengan kondisi telanjang bulat mengapung di Sungai Mentaya, Rabu (3/10/208).
Otopsi akan dilakukan dalam waktu dekat. Sehingga, apakah kematian korban karena tenggelam, atau hal lainnya bisa segera terungkap.
Korban bernama Dipo Handoko (25). Korban merupakan karyawan bagian perawatan di PT AGS
Seorang karyawan perusahaan sawit, Yamsidi (35), ditemukan tewas mengapung di parit di sekitar PT Hamparan, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Penyebab meninggalnya Sudarman, 50, penjaga barak di Jalan Piranha 16, Kota Palangka Raya, akhirnya terungkap.
Perilaku Sudarman (50), penjaga barak yang ditemukan tewas Selasa (25/9/2018) pagi tadi dikenal warga sebagai seorang yang humoris dan lucu.
Bercak darah sedikit telah mengering diketahui keluar dari mulut dan hidung penjaga barak, Sudarman (50), yang ditemukan tewas pagi ini/
Sesampai di warung tersebut, korban meminum ekstra joss susu sambil merokok. Selanjutnya, korban izin ke pemilik warung menuju kamar kecil untuk mandi/
Korban yang bernama Agus Budi Santoso, dan berusib 51 tahun itu diketahui berdomisili di Jalan Ringgo Lagen, Surakarta, Jawa Tengah.
Korban ditemukan tewas dengan posisi tertelentang di atas tanah luka bacok di beberapa bagian tubuhnya.