25 Sapi Terindikasi PMK Masuk Kotim
Sebanyak 25 sapi terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masuk ke Kabupaten Kotawaringin Timur. Sapi-sapi tersebut berasal dari Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.?
Tag
Sebanyak 25 sapi terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) masuk ke Kabupaten Kotawaringin Timur. Sapi-sapi tersebut berasal dari Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.?
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPP) Kota Palangka Raya akan menyuntikan vaksin untuk mencegah penyakit mulut dan kaku atau PMK terhadap 500 ekor sapi milik peternak lokal.
Sebanyak 58.275 ekor hewan ternak ruminansia telah divaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) di 19 provinsi terdampak sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Nuryakin meminta kepada seluruh instansi dan pihak terkait untuk melakukan langkah-langkah strategis dalam menangani wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).?
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat ada 19 ekor ternak yang suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kota Palangka Raya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah (Kalteng), Nuryakin membuka kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Gugus Tugas Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Kalteng.
Dinas Pertanian Kotawaringin Timur memastikan daging sapi yang beredar sudah melalui pemeriksaan kesehatan. Sehingga tak perlu khawatir dalam mengonsumsi daging sapi, apalagi saat Iduladha nanti.?
Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa diagnosis penyakit mulut dan kuku atau PMK memerlukan konfirmasi laboratorium.
Patologi yang merupakan ilmu yang mempelajari tentang penyakit, menggambarkan Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK sebagai penyakit yang menimbulkan lepuhan pada tubuh, terutama mulut dan kuku hewan yang tertular PMK.
Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Palangka Raya, drh Eko Hari Yuwono mengatakan bahwa untuk mendeteksi apakah benar sapi yang diduga tertular virus penyakit mulut dan kuku atau PMK mengidap penyakit tersebut, maka harus melewati pemeriksaan laboratorium.
Sapi untuk hewan kurban dari Pulau Sulawesi mulai berdatangan di Kota Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Sapi yang merupakan ras bali ini akan menjadi salah satu alternatif hewan kurban di daerah itu di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi kini.?
Pengeluaran atau ekskresi virus terjadi 24 jam sebelum timbulnya gejala klinis dan berlanjut untuk beberapa hari lamanya. Virus PMK dalam jumlah yang besar dikeluarkan melalui pernafasan dan dalam air susu.
Menjelang Hari Raya Iduladha yang jatuh pada tanggal 9 Juli 2022, Polres Barito Timur aktif melakukan monitoring atau pemantauan penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku atau PMK pada ternak sapi di seluruh kecamatan yang ada di Barito Timur.
Dinas Pertanian atau Distan Pulang Pisau memastikan bahwa di wilayah ini bebas dari penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak.?
Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di Jawa Timur disikapi Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, Pemerintah Kabupaten setempat membuat kebijakan untuk sementara waktu lalu lintas hewan dari jawa timur (Jatim)dilarang masuk Pelabuhan Bahaur.
Sebanyak 17 ekor sapi di Kabupaten Kotawaringin Timur, dinyatakan terjangkit wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Hal ini diketahui dari hasil uji laboratorium terhadap puluhan sampel sapi yang diambil 2 pekan yang lalu.
Upaya mencegah penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di wilayah Kabupaten Pulang Pisau, seluruh petugas teknis peternakan diminta untuk melakukan pengecekan terhadap hewan ternak yang baru masuk ke wilayah Kabupaten berjuluk Bumi Handep Hapakat ini.?
Kabid Perdagangan, Dinas Perdagangan, Koperasi UMKM dan Perindustrian (DPKUMKMP) Palangka Raya, Hadriansyah mengatakan harga daging sapi di pasar tradisional di kota setempat terdampak wabah penyakit mata dan kuku (PMK) di berbagai daerah.
Dinas Pertanian atau Distan Kabupaten Kapuas melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan pemeriksaan terhadap ternak sapi dan kambing di beberapa peternak dan pemasok ternak di Kecamatan Basarang, Tamban Catur dan Mantangai.
Maraknya Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK pada hewan ternak terutama sapi menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama menjelang hari raya kurban saat ini. Kekhawatiran untuk keamanan mengkonsumsi hewan kurban sangat wajar dirasakan dalam kondisi seperti ini meskipun sebenarnya PMK tidak menular kepada manusia.