Pertumbuhan Ekonomi Kalteng Harus Inklusif, Bukan Sekadar Angka
Tema PTB sejalan dengan arah kebijakan nasional melalui Asta Cita yang menekankan pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Tag
Tema PTB sejalan dengan arah kebijakan nasional melalui Asta Cita yang menekankan pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi daerah berbasis potensi lokal.
Meski demikian, perekonomian Kalimantan Tengah diyakini tetap tumbuh positif melalui dukungan sektor pertanian dan industri pengolahan.
Perekonomian Kalimantan Tengah sepanjang 2025 menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto atau PDRB atas dasar harga berlaku, nilai ekonomi daerah ini mencapai Rp241,1 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 tercatat Rp124,4 triliun.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Okki Maulana, optimistis bahwa pembangunan yang optimal dan merata di seluruh wilayah Kalteng akan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi daerah.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Setda Kalteng, Sri Widanarni, memimpin rapat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah tahun 2025 di Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat, 14 Maret 2025.
Berdasarkan laporan IMF, pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2025 diprakirakan akan tumbuh stabil dibandingkan tahun 2024, yakni sebesar 3,2 persen. Meskipun demikian, ekonomi global pada tahun 2025 masih akan dibayangi oleh berbagai risiko dan tantangan.
Ekonomi Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan yang solid pada triwulan III-2024, dengan peningkatan sebesar 4,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan III-2024 mencapai 4,48 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Beberapa catatan peristiwa memberi pengaruh pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada triwulan II tahun 2024. Salah satunya dari sektor Pertanian. Produksi padi di Kalimantan Tengah Triwulan II tahun 2024 meningkat sebesar 56,81 persen dibanding Triwulan I-2024 q-to-q dan juga meningkat sebesar 0,79 persen dibanding Triwulan II-2023 y-on-y.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah pada Triwulan 4 Tahun 2023 sebesar 6,40 persen atau lebih tinggi dibandingkan nasional sebesar 5,04 persen.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Nuryakin memintb?seluruh perangkat daerah agar memberi perhatian serius pada upaya menjaga dan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi Kalteng, terutama pada bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri 1445 H.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan IV tahun 2023 terhadap triwulan III 2023 merupakan pertumbuhan tertinggi pada regional Kalimantan.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mengatakan bahwa secara triwulan ke triwulan, pertumbuhan ekonomi Kalteng pada triwulan tumbuh 8,50 persen dibandingkan triwulan III 2023.
Pertumbuhan Ekonomi Triwulan IV-2023 terhadap Triwulan IV-2022 atau tahunan tumbuh hingga 6,49 persen.
Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Abdul Razak sangat mengapresiasi pertumbuhan perekonomian Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022.
Bank Indonesia (BI) mencatat perekonomian Kalimantan Tengah (Kalteng) mengalami pertumbuhan 7,32 persen year on year (yoy).
Tingginya pertumbuhan ekonomi tersebut menurutnya ditopang oleh kinerja ekspor yang tumbuh sebesar 14,76% (yoy). "Sementara itu, dari sisi lapangan usaha, sektor pertambangan tumbuh 26,80% (yoy)," bebernya.
Tentu capaian ini seharusnya tidak membuat Kalteng lengah. Hal ini karena setelah Covid mereda, muncul tantangan baru.
Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Edy Pratowo menyampaikan pada tahun ini pertumbuhan ekonomi Kalteng terus tumbuh positif.
Hari mengatakan pihaknya selalu menjalin sinergi dengan pemerintah daerah untuk mendorong optimalisasi serapan anggaran