Populasi Anjing di Palangka Raya Capai 7.000 Ekor
Berdasarkan pendataan dan survei yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, populasi anjing di Kota Cantik sekitar 7.000 ekor.
Tag
Berdasarkan pendataan dan survei yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, populasi anjing di Kota Cantik sekitar 7.000 ekor.
DKPP Kota Palangka Raya memberikan beberapa tips kepada masyarakat untuk mendeteksi dini hewan yang terjangkit rabies. Agar nantinya bisa lebih waspada.
Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya, selama 2019 sudah terjadi sembilan kasus gigitan anjing rabies.
"Tahun 2017 lalu, ada 58 kasus gigitan yang positif rabies. Tetapi di tahun 2018 kemarin hanya 15 kasus sepanjang tahun," kata drh Eko.
DKPP Kota Palangka Raya mengklaim jumlah kasus rabies di tahun 2018 menurun jika dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya.
Pada 2018 kasus rabies cenderung menurun lantaran gencarnya petugas lapangan yang melakukan vaksinasi rabies
Selama ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya melaksanakan penanganan dan penanggulangan rabies hanya berdasarkan kepada Peraturan Wali Kota (Perwali) sejak tahun 2008 atau sepuluh tahun lalu.
Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Palangka Raya itu menambahkan, dirinya baru satu periode menjabat sebagai anggota DPRD. Selama menjabat itu, dirinya belum mendapati adanya pembahasan terkait rabies ini.
Vaksin rabies dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya ini diberikan dengan cuma-cuma
Perwali inilah yang sekarang menjadi dasar elakukan vaksin rabies secara gratis bagi hewan-hewan penular rabies di Palangka Raya
Bila tergigit, cuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau detergen selama 5-10 menit kemudian luka dicuci atau dibilas dengan air bersih yang mengalir serta diberi alkohol 705 atau yodium tinxture
Untuk mengetahui tanda rabies pada manusia, yang pertama harus diperhatikan adalah riwayat gigitan oleh hewan seperti anjing atau hewan penular rabies (HPR) lain seperti kucing dan kera
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya menggelar bakti sosial (baksos) castrasi (steril jantan), Kamis (27/9/2018)/
Dalam rangka Hari Rabies Sedunia (HRS) tahun 2018 ini Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Palangka Raya melaksanakan bakti sosial castrasi.
Penyakit rabies dapat ditularkan oleh hewan berdarah panas seperti anjing, kucing maupun kera melalui gigitan atau luka yang terkena liur hewan positif rabies. Namun di Palangka Raya, lebih dari 90 persen penularan penyakit ini disebabkan oleh gigitan anjing yang positif rabies
Hari Rabies Sedunia (HRS) jatuh pada tanggal 28 September. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya berencana mengadakan operasi steril pada momen tersebut.
Apabila digigit hewan diduga rabies, tindakan pertama yang harus dilakukan, mencuci luka gigitan secepatnya dengan sabun atau deterjen selama 5 - 10 menit.
Adapun gejala penyakit rabies pada hewan seperti perubahan tabiat dari jinak menjadi penakut, senang bersembunyi di tempat gelap dan dingin, tidak lagi menuruti perintah majikan, nafsu makan hilang, suara menjadi parau, memakan benda-benda asing seperti batu, paku, kayu dan sebagainya.
"Setelah dibedah dan diambil bagian otaknya (hypocampus) dan dilakukan pengujian, maka ternak itu dinyatakan positif rabies," kata Syamsir Hidayat.
Hal tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap enam sampel otak anjing yang menggigit manusia