Koyem Tegaskan Komitmen Politik Damai Tanpa SARA
Calon Gubernur Kalteng nomor urut 2, Nadalsyah Koyem menegaskan komitmennya untuk berpolitik damai tanpa SARA.?
Tag
Calon Gubernur Kalteng nomor urut 2, Nadalsyah Koyem menegaskan komitmennya untuk berpolitik damai tanpa SARA.?
Kabid Humas Polda Kalimantan Tengah Kombes Pol. Erlan Munaji?meminta kepada warga di provinsi setempat untuk mewaspadai munculnya isu-isu yang mengandung Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Kurang dari 20 hari menjelang pemilihan umum (Pemilu) serentak pada 14 Februari 2024, anggota DPR RI Mukhtarudin mengingatkan akan sensitivitas isu suku, ras, dan agama (SARA).
Pj Wali Kota Palangka Raya, Hera Nugrahayu mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing isu Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) menjelang Pemilu yang akan digelar 14 Februari 2024.
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Tengah (Kalteng), Satriadi menilai media memiliki peran penting dalam melawan isu hoaks dan sara.
Dunia semakin maju dan berkembang secara siknifikan seperti perkembangan Media Sosial (Medsos) zaman sekarang, banyak dari kalangan remaja yang sering mempersalahgunakan sebagai sarana untuk kejahatan.
Pendakwah Yahya Waloni meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena isi ceramahnya yang sempat viral di media sosial menyinggung masalah suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).
Dandim 1015 Sampit Letkol CZI Akhmad Safari, meminta kepada seluruh pasangan calon (Paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), agar menghindari kampanye yang berbau SARA.
Kapolres Kotawaringin Timur (Kotim) Abdoel Harris Jakin, memastikan akan menindak tegas?pemilik konten youtube?yang membuat video berbau SARA dan provokatif.
Youtuber dengan akun?Jakabanyuates?yang membuat sebuah konten video bernuansa SARA dilaporkan tokoh suku Madura dan Dayak di Sampit ke Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).
Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini mendorong agar tidak ada oknum yang membawa isi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) dalam pelaksanaan Pilkada 2020.
Aksi perusakan terhadap tugu milik perguruan silat persaudaraan setia hati terate (PSHT) kembali terjadi di Sragen.
Bupati Seruyan Yulhaidir mengajak kaum milenial bijak dalam menggunakan media sosial (Medsos) menjelang pelaksanaan pemilu 2019.
Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting mengimbau kaum milenial bersama-sama menjaga kamtibmas dengan tidak menyebar dan mudah percaya hoax termasuk soal isu SARA.
Kapolres Katingan AKBP G Dharma B Ginting mengimbau masyarakat di wilayah hukumnya agar tidak mempercayai isu-isu yang belum jelas sumbernya, apalagi bila bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).
Apresiasi ini disampaikan Wakapolda Kalteng saat silatuhami dengan jajaran MUI Kabupaten Pulang Pisau
Saat ini Polres Sukamara terus mengingatkan kepada semua elemen masyarakat untuk tidak membuat atau menginformasikan berita hoax
Kapolres Sukamara AKBP Andiyatna mengancam masyarakat yang menyebarkan hoax (berita bohong) dan isu SARB di media sosial (medsos) akan dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pada intinya saya selaku Pimpinan, beserta Ustadz dan Santri Pondok Pesantren Babussalam Kapuas menyatakan mendukung upaya Polri dalam penegakan hukum terhadap pelaku hoax yang meresahkan masyarakat terlebih dalam memasuki masa pilkada ini.
Panwaslu sebagai lembaga pengawas pemilu akan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan tanggung jawab yang diemban.