Karhutla Sebabkan Banyak Satwa Liar Masuk Permukiman
Contohnya, di Basirih Hilir, orangutan masuk kebun karet warga yang berdekatan lokasi karhutla. Kemudian, di Kecamatan Pulau Hanaut juga ada laporan gangguan satwa liar.
Tag
Contohnya, di Basirih Hilir, orangutan masuk kebun karet warga yang berdekatan lokasi karhutla. Kemudian, di Kecamatan Pulau Hanaut juga ada laporan gangguan satwa liar.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit Muriansyai meminta masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak menangkap, menyakiti, atau melukai satwa langka yang dilindungi di daerah ini.
Sejak Juli 2018 hingga Agustus 2018 setidaknya ada 10 laporan gangguan satwa dilindungi oleh masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim* kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit/
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebanyak 30 perserta baik pelajar dan umum dari Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengikuti lomba karya tulis ilmiah dengan tema ‘Dugong, Lamun, Kita dan Kelestarian…
"Konflik antara satwa dan manusia bakal sering terjadi karena hutan semakin menipis," kata Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Agung.
Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA SKW) II Pangkalan Bun sadar dengan kasus konflik antara manusia dan satwa. Untuk ini instansi tersebut melakukan pemasangan spanduk di daerah rawan konflik.
BKSDA Pangkalan Bun sering mendapatkan laporan dari masyarakat terkait banyaknya satwa yang dilindungi masuk ke permukiman penduduk
Dalam beberapa hari terakhir ini, setidaknya ada empat kasus satwa dilindungi yang masuk ke pemukiman warga dan merusak kebun masyarakat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan juga Kabupaten Seruyan.
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, menduga bekantan yang nyasar ke permukiman karena korban perburuan manusia.
Seekor bekantan yang nyasar di Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sempat menggigit warga yang mengamankannya. Beruntung lukanya tidak terlalu parah dan bisa ditangani.
Warga Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dihebohkan dengan penemuan seekor Bekantan hanyut di tepian Sungai Mentaya dalam keadaan lemah.
Polsek Ketapang serahkan seekor bekantan dewasa ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Diduga bekantan ini sedang mencari makan atau menyelematkan diri karena diburu oleh manusia
Saat dibawa naik ke atas kelotok, bekantan tersebut lepas dari ikatan. Dan langsung meloncat ke Sungai Mentaya. Satwa dilindungi tersebut sempat hanyut dan nyaris tenggelam.
Satwa itu diduga hanyut dibawa arus hingga naik ke pelabuhan PPM. Motoris kelotok yang melihat hewan tersebut, langsung menangkap dan mengikatnya. Agar tidak menyerang serta mengganggu masyarakat.
Untuk kepastian penyebab lumpuhnya bekantan itu akan diketahui setelah pemeriksaan medis yayasan OFI. Setelah observasi, bekantan itu akan dilepasliarkan.
Bekantan tersebut ditemukan oleh Abdurrahman pada Selasa (3/7/2018). Bermula saat dia dalam perjalanan menuju tambak dan melihat seekor bekantan tergeletak di bawah pohon yang dikerumuni semut api.
Bekantan seorang diri itu didapatkan Abdurahman di pinggiran hutan. Abdurrahman langsung mengamankannya untuk diserahkan kepada BKSDA Pos Sampit.
Dua satwa dilindungi yaitu orangutan dan buaya, kembali diterima oleh Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun dari warga Seruyan, Senin (15/5/2018).
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Walau keberadaannya saat ini sangat sulit ditemui ternyata Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi) masih ada. Bahkan, pada Kamis (26/4/2018), macan tersebut…