India Potensi Naikkan Lagi BM Minyak Nabati
Selama Maret, impor minyak nabati India mengalami peningkatan, terutama minyak sawit olahan dari Malaysia.
Tag
Selama Maret, impor minyak nabati India mengalami peningkatan, terutama minyak sawit olahan dari Malaysia.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkomitmen untuk siap membantu pendanaan promosi sawit berkelanjutan Indonesia di India.
Kalangan pemerintahan dan swasta Indonesia dan India akan menggelar pertemuan untuk memperkuat kerja sama perdagangan minyak sawit mentah (CPO).
India sepertinya akan menurunkan bea masuk untuk minyak sawit (CPO) mulai tahun depan, menanggapi permintaan dari dua produsen minyak sawit terbesar dunia, yakni Indonesia dan Malaysia.
CIMB Equities Research mengatakan kenaikan bea masuk untuk minyak nabati di India akan memberikan sedikit sentimen positif bagi minyak sawit mentah (CPO), karena akan ada kenaikan permintaan di negeri itu.
Penaburan benih biji-bijian, seperti jagung, kedelai, kapas dan kacang-kacangan di India mengalami penundaan akibat hujan yang belum juga turun di wilayah tengah dan barat negeri itu.
Pemerintah Indonesia berharap Pemerintah India dapat menurunkan bea masuk untuk minyak sawit mentah (CPO) dan turunannya sehingga volume ekspor komoditas ini dapat meningkat lagi.
Impor minyak sawit India diprediksi anjlok pada April sebagai imbas dari kenaikan pajak impor sehingga menurunkan permintaan di salah satu negara pengimpor minyak sawit terbesar dunia itu.
BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) berpotensi melanjutkan pelemahannya pada Jumat (3/11/2017) di tengah outlook kejatuhan harga minyak nabati lainnya dan kenaikan pajak impor…