BPDPKS dan BRIN Sosialisasikan Coating Buah Berbahan Sawit
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan Kegiatan Kemitraan UKMK melalui Sosialisasi dan Pembinaan UKMK untuk penggunaan coating buah lokal berbasis produk sawit.
Tag
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengadakan Kegiatan Kemitraan UKMK melalui Sosialisasi dan Pembinaan UKMK untuk penggunaan coating buah lokal berbasis produk sawit.
Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menginginkan agar pemerintah perlu menyerap produk sawit dari petani rakyat kecil karena harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami penurunan setelah adanya kebijakan larangan ekspor.
Febri (21) menyebut, jika sawit curian sempat terjual, maka?hasilnya akan dibagi tiga bersama dua orang rekannya.
Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur sejak Senin, 25 April 2022 turun drastis.
BERLAKUNYA Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 23/PMK.05/2022 tentang Perubahan Ketiga Atas PMK No. 57/PMK.05/2020 tentang Tarif Layanan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit pada Kementerian Keuangan pada 18 Maret 2022 mengenai kenaikan pungutan dana mendapati penolakan dari serikat petani kelapa sawit (SPKS).
Bupati Barito Timur Ampera AY Mebas melontarkan ide pengembangan tanaman sawit bagi masyarakat atau petani untuk mengisi kebutuhan minyak sawit yang semakin meningkat.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) memperkirakan konsumsi minyak kelapa sawit di dalam negeri untuk berbagai kebutuhan akan meningkat pada 2022 namun dengan produksi yang masih tidak menentu akibat beberapa kendala.
Sebagai praktisi komunikasi yang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit, saya sering memanfaatkan kesempatan berdiskusi di hadapan mahasiswa untuk memeriksa sejauh mana persepsi mereka tentang komoditas yang menjadi?core?business?tempat saya bekerja.
Pemkab Ketapang, Kalimantan Barat akan terus memperkuat pondasi ekonomi masyarakat berbasis agroindustri terutama pada komoditas kelapa sawit yang saat ini menjadi primadona di tingkat global.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS berkolaborasi dengan Asosiasi Sawitku Masa Depanku atau SAMADE melakukan Kegiatan Kemitraan Usaha Kecil Menengah…
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengajak generasi milenial untuk bergerak menjadi Entrepreneurship di sektor industri sawit.
Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) berkolaborasi dengan??Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan mengadakan kegiatan Milenial Palm Oil Discusion Forum.
Kepala Divisi UMKM BPDPKS, Helmi Muhansyah mengatakan bahwa kampanye hitam terhadap komoditas kelapa sawit di Indonesia sudah kian marak. Banyak pemberitaan yang menyoroti pada hal-hal yang memojokan industri kelapa sawit meskipun faktanya tidak seburuk itu.
Suharjo alias Johan dan Mawardi penggarong buah sawit asal Kabupaten Katingan mengaku sudah berulang kali melakukan pencurian.
Kementerian Perindustrian menilai sektor industri sawit menjadi salah satu prioritas nasional yang patut untuk diperhatikan. Salah satunya yakni dengan menjaga kualitas keberlanjutan pertumbuhan industri sawit.
Potensi bisnis dari bahan dasar kelapa sawit sangat besar, karena mulai dari buahnya, sabut dan cangkangnya, janjang kosong, pelepah dan daunnya, limbah cair hingga batang pohon kelapa sawit dapat dimanfaatkan dan bernilai ekonomi
Hero alias Ago (38) dan Penusius Didi (29) mengaku harus ikun mencuri sawit karena kepepet untuk biaya berobat keluarganya. Itu mereka ungkapkan saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur.
Akademisi Ekonomi Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Eddy Suratman, MA menilai komoditas sawit dan karet menjadi andalan masyarakat Kalimantan?Barat karena meski di tengah pandemi COVID-19 harganya tetap stabil.
Bukan hanya persoalan lahan plasma 20 persen yang tidak kunjung terealisasi, masyarakat juga mengeluhkan perusahaan yang menanam kelapa sawit di pinggiran sungai.
Kardi, kakek 63 tahun yang diajak rekannya Yakup (DPO) mencuri sawit akhirnya dinyatakan bersalah dan divonis selama 7 bulan penjara. Sebelumnya, dia dituntut hukuman selama 1 tahun penjara.