BORNEONEWS, Sampit - Anggota Polsek Ketapang masih melakukan pencarian terhadap identitas pelaku pencurian emas seberat 1 ons di sebuah toko emas di Jalan Iskandar kawasan Pusat Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit, Nomor SS-A 6-7, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (29/10/2018).
"Kami masih mencari tau identitas dan keberadan para pelaku tindak pidana pencurian itu," ucap Kapolsek Ketapang AKP I Kadek Dwi Yiga Sidhimantra mewakili Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel.
Sejauh ini pihak polsek telah memeriksa dua orang saksi kasus yang sempat menghebohkan kota Sampit ini.
Dalam rekamanan kamera pengintai (CCTV) terlihat pelaku pencurian ada tiga orang. Ketiga nya merupakan perempuan.
Kapolsek tidak membenarkan informasi yang menyatakan salah seorang pelaku merupakan warga Desa Pelangsian, Kecamatan MB Ketapang. Meski demikian pihaknya akan mengusit tuntas kasus ini.
--page
"Awalnya memang ada info jika salah seorang pelaku merupakan warga disana. Tapi tidak ada, sudah kami lakukan penyelidikan di Desa Pelangsian. Doakan saja semoga pelaku nya cepat tertangkap," tukas kapolsek saat dibincangi Borneonews.co.id
Peristiwa pencurian gelang emas itu terjadi di Toko Mas Murni milik Asnawi (60) yang dijaga oleh tiga anak lelakinya bernama Marzuki (30), Muhammad Mustafa (25) dan Khairullah (24) pada Jumat (19/10/2018). (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








