SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengusulkan anggaran Rp1,2 miliar untuk rehabilitasi berat Dermaga Selamat Datang Sampit di Mentaya Seberang, Kecamatan Seranau, pada 2027.

"Jadi, memang etalase Kabupaten Kotawaringin Timur, ketika orang datang menuju ada tiga yang dilihat pertama adalah bandara, kedua adalah terminal, ketiga adalah pelabuhan. Salah satunya adalah dermaga yang dimiliki oleh Dinas Perhubungan itu di Mentaya Seberang," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Dermaga Selamat Datang Sampit melayani masyarakat Kecamatan Seranau yang menggunakan jasa penyeberangan, selain layanan pelabuhan ferry di kawasan tersebut. Kondisi dermaga menjadi perhatian setelah anggota DPRD Kotim, khususnya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 2, melakukan peninjauan.

Raihansyah mengungkapkan, kerusakan terlihat pada bagian lantai kayu ulin yang berlubang di sejumlah titik. Selain itu, fasilitas gazebo dinilai sudah memerlukan perbaikan.

Usulan rehabilitasi dermaga sebenarnya telah beberapa kali disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dan Musrenbang kecamatan. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan belum dapat direalisasikan.

Untuk 2027, Dishub Kotim mengusulkan anggaran Rp1,2 miliar agar rehabilitasi dapat dilakukan. Rencana pekerjaan mencakup perbaikan lantai dermaga, gazebo, serta pembenahan tulisan Selamat Datang Sampit agar kawasan tersebut terlihat lebih baik.

Raihansyah menyebut, bentuk penanganan masih akan ditentukan melalui perencanaan teknis dan ketersediaan anggaran. Ia mempertimbangkan rehab berat dengan penggantian kayu ulin secara keseluruhan atau menggunakan konstruksi beton.

"Sehingga nanti apakah dengan dana itu kita ganti ulin total ataupun kita cor beton, termasuk juga tulisannya dan gazebo-nya itu," ujarnya.

Ia berharap usulan tersebut dapat diakomodasi dalam anggaran 2027. Perbaikan juga diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna jasa penyeberangan sekaligus memperindah salah satu kawasan yang menjadi etalase Kotim tersebut. (DEWI PATMALASARI/y)