BORNEONEWS, Nanga Bulik – Ketua DPRD Kabupaten Lamandau, Herianto, menyoroti kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lamandau yang dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Herianto mengungkapkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir, banyak masyarakat yang menyampaikan keluhan terkait tagihan air PDAM yang melonjak secara signifikan. Kenaikan tagihan ini dinilai memberatkan masyarakat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil akibat pandemi.
"Kami menerima banyak laporan dari masyarakat mengenai tagihan air yang naik drastis. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami di DPRD," ujar Herianto, Sabtu, 4 Oktober 2025.
Lebih lanjut, Herianto menekankan pentingnya PDAM untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dan mekanisme penagihan yang ada. Ia juga meminta PDAM untuk lebih transparan dalam memberikan informasi kepada pelanggan terkait faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan tarif air.
"PDAM harus bisa memberikan penjelasan yang jelas dan transparan kepada masyarakat mengenai penyebab kenaikan tagihan. Selain itu, PDAM juga harus berupaya meningkatkan efisiensi operasional agar biaya produksi air dapat ditekan," tambahnya.
Selain masalah tagihan, Herianto juga menyoroti masalah kualitas air yang masih menjadi keluhan sebagian masyarakat. Ia meminta PDAM untuk terus berupaya meningkatkan kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan.
"Kualitas air juga menjadi perhatian penting. Masyarakat berhak mendapatkan air bersih yang layak konsumsi," tegasnya.
Menanggapi sorotan dari Ketua DPRD, direktur Perumdam Tirta Lamandau, Zulkarnain menyatakan akan segera menindaklanjuti semua masukan dan keluhan yang disampaikan. Pihaknya berjanji akan melakukan evaluasi internal dan mencari solusi terbaik untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Kami berterima kasih atas masukan dan kritikan yang konstruktif dari DPRD. Kami akan segera melakukan perbaikan dan peningkatan di berbagai aspek, mulai dari sistem penagihan hingga kualitas air," ujar
Forum diskusi ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi PDAM untuk berbenah diri dan meningkatkan kinerjanya dalam memberikan pelayanan air bersih yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Lamandau. (NATALIA KRISTIN/j)









