BORNEONEWS, Palangka Raya – Launching sekaligus pemotongan pita ekspor perdana produk unggulan pelaku Usaha Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kota Palangka Raya digelar di Klinik Ekspor, Toko Lifestyle Nusantara Jalan G. Obos VII / Jalan Yos Sudarso VI Palangka Raya. Usaha lokal di daerah tersebut sukses mengekspor produk berbahan lokal seperti tas dan kerajinan tangan lainnya.
Sebelum ekspor berlangsung, proses komunikasi melalui kurir lepas telah dilakukan selama 1 bulan sebagai bagian dari persiapan menyeluruh ekspor tersebut.
Dalam acara peluncururan itu Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengapresiasi upaya komunikasi yang dilakukan tersebut. Menurutnya, komunikasi menjadi sarana efektif untuk menyebarkan informasi terkait acara ekspor perdana kepada berbagai pihak terkait, mulai dari pelaku usaha, stakeholder pemerintah, hingga mitra strategis yang terlibat dalam kegiatan ini.
Proses komunikasi meliputi penyampaian informasi tentang jadwal acara, persyaratan yang harus dipenuhi oleh pelaku UMKM dan IKM yang berpartisipasi, serta tahapan persiapan yang perlu dilaksanakan. Melalui setiap detail penting dapat disampaikan secara langsung dan jelas kepada semua pihak, sehingga meminimalkan kesalahpahaman dan memastikan kesiapan seluruh elemen.
"Selain itu, komunikasi juga difungsikan sebagai saluran untuk mengumpulkan masukan dan umpan balik dari pelaku usaha serta pihak terkait. Banyak kendala dan kebutuhan yang muncul selama persiapan dapat segera diidentifikasi dan ditangani berkat jalur komunikasi yang terbuka dan teratur selama sebulan tersebut," kata Zaini, Selasa, 23 Desember 2025.
Klinik Ekspor yang menjadi lokasi acara juga berperan sebagai pusat koordinasi dalam proses komunikasi. Kata Zaini pemerintah kota secara teratur mengirim dan menerima informasi, serta memberikan klarifikasi dan bantuan teknis kepada pelaku usaha yang membutuhkan dukungan selama persiapan ekspor perdana.
Achmad Zaini menjelaskan, penggunaan komunikasi selama 1 bulan merupakan bentuk adaptasi yang tepat untuk memastikan seluruh pihak di berbagai wilayah Kota Palangka Raya mendapatkan informasi yang sama.
"Upaya komunikasi yang intensif tersebut juga menjadi bukti komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran kegiatan ekspor perdana. Setiap tahapan persiapan, mulai dari verifikasi produk, pengurusan dokumen, hingga koordinasi dengan pihak pelabuhan dan eksportir, dapat berjalan dengan baik berkat sinkronisasi informasi yang terjaga melalui komunikasi," bebernya.
Ia berharap bahwa sistem komunikasi yang terstruktur seperti ini dapat menjadi contoh untuk kegiatan-kegiatan mendatang yang mendukung perkembangan UMKM dan IKM di Kota Palangka Raya.
"Melalui komunikasi yang efektif dan kolaboratif, kita dapat memastikan setiap langkah dalam memajukan ekonomi lokal berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat," pungkasnya. (MARINI/j)









