BORNEONEWS, Pulang Pisau – Bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di Pasar Ramadan, digelar Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau di halaman Masjid Agung Pulang Pisau.
Menjelang waktu berbuka, deretan lapak makanan dan minuman khas Ramadan tampak ramai diserbu pembeli. Aroma Wadai Bingka, kolak, gorengan hangat, hingga aneka takjil tradisional bercampur menjadi satu, menghadirkan suasana yang tak hanya semarak, tetapi juga penuh harapan bagi para pedagang kecil.
Salah satu pelaku usaha, Azizah, mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan pemerintah daerah kepada para UMKM untuk berjualan selama Ramadan.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau. Dengan adanya tempat yang diberikan bagi para pedagang makanan khas Ramadan, ini sangat membantu menumbuhkan perekonomian kami,” ujar Azizah. Jumat, 27 Febuari 2026.
Ia mengungkapkan, dalam satu hari selama Ramadan, penghasilannya bisa mencapai sekitar Rp200 ribu bersih. Meski demikian, jumlah tersebut tidak selalu tetap.
“Tidak menentu, kadang ramai, kadang sepi, namanya juga jualan. Tapi ini sangat membantu kami pelaku usaha kecil,” katanya dengan senyum optimistis.
Menurut Azizah, ramainya Pasar Ramadan bukan hanya karena masyarakat berburu menu berbuka puasa, tetapi juga karena adanya program kupon doorprize yang diundi setiap pekan. Strategi tersebut dinilai efektif menarik minat pembeli untuk datang dan berbelanja.
“Cara ini membantu para UMKM yang berjualan di sini jadi banyak pembeli, dan kami sangat berterima kasih,” ucapnya.
Di balik sederhana lapak-lapak yang berdiri, tersimpan semangat bertahan dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Azizah pun berharap kegiatan seperti ini tidak hanya digelar saat Ramadan saja.
“Kalau bisa jangan hanya bulan Ramadan. Semoga pemerintah bisa lebih sering menggelar pasar untuk memberi ruang bagi UMKM,” harapnya. (RETHA/y)









