BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pedagang kue Lebaran di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli yang datang langsung ke pasar menjelang Hari Raya Idulfitri tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah seorang pedagang kue, Siti, mengatakan penurunan pembeli mulai terasa meski Lebaran sudah semakin dekat. Ia menilai masyarakat kini lebih memilih berbelanja secara daring dibanding datang langsung ke pasar.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, masyarakat yang berbelanja kue Lebaran secara langsung di pasar jauh menurun,” kata Siti saat ditemui di Pasar Indra Sari Pangkalan Bun, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, pada tahun lalu suasana pasar sudah ramai oleh pembeli sejak dua minggu sebelum Lebaran. Banyak warga datang untuk membeli berbagai jenis kue kering yang biasanya disajikan saat hari raya.
“Kalau melihat tahun lalu, 2 minggu jelang Lebaran antusias warga masih banyak membeli kue Lebaran di pasar,” ujar Siti.
Siti menduga menurunnya pembeli di pasar disebabkan semakin banyak masyarakat yang memilih berbelanja melalui platform online. Namun ia mengaku belum memahami cara memasarkan produk kue miliknya secara daring.
“Sekarang masyarakat lebih banyak membeli kue Lebaran secara online. Tapi saya sendiri masih belum mengerti cara memasarkan kue jualan saya secara online,” ujarnya.
Sementara itu, seorang warga Pangkalan Bun bernama Sari mengaku lebih memilih berbelanja kue Lebaran secara online karena dinilai lebih praktis dan tidak perlu datang langsung ke pasar.
“Karena kemudahan teknologi, saya lebih senang belanja online. Harganya kurang lebih sama dengan yang dijual di pasar, saya tinggal santai di rumah nanti kurir yang antar,” kata Sari.
Sari menambahkan, berbelanja langsung ke pasar terkadang merepotkan, terutama ketika kondisi pasar becek saat hujan serta harus mengeluarkan biaya parkir.
“Daripada saya belanja ke pasar, kadang kondisinya becek saat hujan, belum lagi bayar parkir. Kalau harus pindah dan parkir di beberapa tempat selain di pasar kan harus bayar parkir terus, jadi lebih baik saya belanja online,” ujar Sari. (WAHYU KRIDA/j)









