SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bulan Ramadan membawa berkah bagi penjahit di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pada bulan suci tersebut, penjahit kebanjiran orderan untuk mempermak atau memperbaiki pakaian.

"Kalau tahun ini kelihatannya meningkat dari tahun lalu. Sampai sekarang pesanan sudah naik sekitar tiga kali lipat dari hari biasanya,” kata salah satu penjahit di toko Al-Ghoust Komplek Pasar Berdikari Sampit Arif, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia memperkirakan jumlah pesanan akan terus bertambah seiring semakin dekatnya perayaan Lebaran. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan pelanggan biasanya terjadi sekitar lima hari sebelum Hari Raya.

"Biasanya kalau sudah dekat Lebaran peningkatannya bisa lima sampai enam kali lipat. Tapi karena terlalu banyak yang masuk, kadang kami juga terpaksa menolak," katanya.

Untuk mengejar banyaknya pesanan yang masuk, Arif bersama dua rekannya harus bekerja lebih lama dari biasanya. Jika pada hari normal usaha mereka buka dari pukul 09.00 WIB hingga 21.00 WIB, pada bulan Ramadan ini mereka kerap menyelesaikan pekerjaan hingga menjelang waktu sahur.

"Memang biasanya kami buka sampai malam, tapi karena orderan banyak, kadang kami lebur. Seperti malam tadi, kami kerjakan sampai subuh," tambah Arif.

Mayoritas pesanan yang diterima berupa jasa permak pakaian, seperti mengecilkan ukuran baju maupun celana. Jenis pakaian yang paling sering diperbaiki antara lain gamis pria, dress wanita, kemeja, serta celana.

"Sekitar 80 persen konsumen cerita mereka beli baju secara online dari luar daerah. Karena nggak bisa dicoba dan setelah sampai ternyata ukurannya tidak pas, makanya dipermak," terangnya.

Selain memperbaiki pakaian, sebagian pelanggan juga memesan pembuatan busana baru, terutama untuk pakaian seragam keluarga saat Lebaran. Sejak awal Ramadan, Arif mengaku telah menerima lebih dari 10 pesanan pakaian berpasangan.

Untuk tarif jasa permak, Arif mematok harga yang bervariasi. Permak celana biasanya dikenakan biaya sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu, permak gamis sekitar Rp40 ribu, sedangkan dress berkisar Rp20 ribu hingga Rp35 ribu.

"Memang bulan Ramadan ini membawa berkah bagi kami penjahit. Tapi tetap harus menyesuaikan dengan kemampuan fisik juga, tidak mungkin semua orderan diterima karena takutnya malah keteteran," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)