BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Anggota DPRD Kabupaten Seruyan dari Dapil II, Subani, menyambut positif mulai meningkatnya harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang dalam beberapa waktu terakhir.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi para petani sawit yang selama ini berharap adanya perbaikan harga guna meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka.
Menurutnya, kenaikan harga TBS memberikan harapan baru bagi para petani, terutama setelah pemerintah menetapkan harga minimal yang menjadi acuan sehingga petani mendapatkan perlindungan dan kepastian harga yang lebih baik.
Kebijakan tersebut dinilai mampu memberikan dukungan nyata kepada petani agar hasil jerih payah mereka memperoleh nilai yang lebih layak.
Dengan membaiknya harga sawit, daya beli masyarakat di pedesaan diharapkan ikut meningkat. Perputaran ekonomi lokal akan semakin bergairah, mulai dari sektor perdagangan, jasa, hingga usaha kecil yang tumbuh di sekitar sentra perkebunan.
Subani juga optimistis bahwa sektor perkebunan sawit akan terus menjadi salah satu penopang utama perekonomian Kabupaten Seruyan.
“Jika harga sawit tetap stabil dan menguntungkan petani, maka kesejahteraan masyarakat akan meningkat dan pada akhirnya memberikan kontribusi positif terhadap PAD, “ katanya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Peningkatan PAD tentu akan berdampak pada semakin luasnya pembangunan yang dapat dilakukan pemerintah daerah, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun pelayanan publik lainnya yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Ketika petani sejahtera, roda perekonomian daerah akan berputar lebih kuat. Kenaikan harga sawit yang berpihak kepada petani bukan hanya membawa manfaat bagi keluarga petani, tetapi juga menjadi modal penting bagi kemajuan Kabupaten Seruyan secara keseluruhan, “ tandasnya. (FAHRUL/H)









