KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Anggota DPRD Seruyan Dapil III, Citra Yudha DJ. Itam memberikan apresiasi kepada Pemkab melalui PUPR yang terus melakukan perbaikan jalan penghubung Seruyan Tengah–Seruyan Hulu.

Menurut politisi Partai Gerindra tersebut, langkah pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan alat berat di tengah kebijakan efisiensi anggaran merupakan terobosan yang patut diapresiasi karena mampu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah hulu.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah. Karena di tengah efisiensi anggaran saat ini masih bisa mengalokasikan anggaran pengadaan alat berat untuk penanganan ruas jalan di wilayah hulu," ujar Citra Yudha, Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menilai, keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Alat Berat di Tumbang Manjul menjadi solusi yang efektif dalam mempercepat penanganan infrastruktur, terutama ketika terjadi kondisi darurat seperti jalan rusak atau jembatan putus.

Menurutnya, jika hanya mengandalkan anggaran  untuk penanganan ruas jalan tersebut atau bahkan pengaspalan, masyarakat harus menunggu dalam waktu yang belum tentu bisa dipastikan.

"Dengan adanya UPTD Alat Berat di Tumbang Manjul, ketika ada situasi darurat, kondisi jalan atau jembatan putus, maka langsung bisa ditangani. Jadi, itu benar-benar kita apresiasi karena program ini sangat bagus," katanya.

Citra Yudha mengungkapkan, perbaikan yang dilakukan Dinas PUPR mulai menunjukkan hasil. Ruas jalan penghubung Seruyan Tengah menuju Seruyan Hulu kini dinilai jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Citra Yudha menegaskan, masyarakat di wilayah hulu sangat mengerti dengan kondisi saat ini dan  tidak menuntut jalan harus  beraspal, melainkan jalan yang layak dan fungsional sehingga dapat dilalui kendaraan sepanjang tahun.

Menurutnya, akses jalan yang baik menjadi faktor utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta meningkatkan pelayanan publik.

"Kuncinya sebenarnya jalan. Jalan dengan kondisi fungsional, tidak ambles, itu saja sebenarnya. Walaupun jalan tanah, yang penting tidak ambles. Itu sebenarnya permintaan masyarakat. Karena jika jalan bagus, perekonomian dan segala macam akan mengikuti," tegasnya. (FAHRUL/y)