TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Fraksi Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DPRD Kabupaten Barito Timur mendorong Pemkab Barito Timur memanfaatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp163,93 miliar secara tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dana tersebut diharapkan diprioritaskan bagi pembangunan infrastruktur, pendidikan dan pelayanan kesehatan yang menyentuh kebutuhan warga secara langsung.

Dorongan tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Perindo, Rayanto, saat menyampaikan pemandangan umum fraksinya terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD Barito Timur, Selasa, 7 Juli 2026.

"Fraksi Perindo meminta agar SiLPA Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp163.932.362.575,85 bisa dialokasikan untuk perbaikan jalan poros desa dan jembatan, beasiswa anak Bartim kurang mampu, peningkatan pelayanan kesehatan, penguatan pada puskesmas dan dokter spesialis RSUD Tamiang Layang," ujar Rayanto.

Fraksi Perindo menilai pemanfaatan SiLPA harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sehingga tidak hanya menjadi sisa anggaran, tetapi menjadi instrumen percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas layanan publik.

Dalam pemandangan umumnya, Fraksi Perindo juga mengapresiasi Bupati Barito Timur yang telah menyampaikan Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 sesuai amanat peraturan perundang-undangan. Menurut fraksi tersebut, penyampaian laporan pertanggungjawaban merupakan bentuk akuntabilitas kepada publik sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam menyusun kebijakan anggaran pada tahun berikutnya.

Rayanto menegaskan, keberhasilan pelaksanaan APBD tidak cukup dinilai dari tingginya realisasi anggaran, tetapi harus diukur dari dampak pembangunan yang dirasakan masyarakat.

"LKPJ 2025 harus diukur bukan hanya dari capaian angka, tapi dari dampak positif pembangunan ke rakyat. Apakah jalan dan jembatan rusak berkurang, stunting turun, UMKM naik kelas, dan pelayanan publik semakin baik," katanya.

Fraksi Perindo turut memberikan apresiasi atas capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melampaui target. Realisasi PAD tercatat mencapai 100,83 persen atau sebesar Rp79,81 miliar, melampaui target sebesar Rp79,16 miliar. Capaian tersebut dinilai menunjukkan peningkatan kemampuan fiskal daerah yang perlu terus dipertahankan.

Selain itu, Fraksi Perindo mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan pemanfaatan Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Nonfisik agar selaras dengan prioritas pembangunan nasional, khususnya penanganan stunting, pengentasan kemiskinan ekstrem, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Pada sisi belanja daerah, Fraksi Perindo meminta agar komposisi belanja operasi, terutama belanja pegawai dan belanja barang serta jasa, tetap dijaga pada rasio yang ideal. Fraksi juga mengapresiasi realisasi belanja modal yang mencapai 92,46 persen, namun meminta pemerintah memberikan penjelasan secara rinci mengenai penggunaan Belanja Tak Terduga (BTT) beserta pertanggungjawabannya agar pengelolaan APBD semakin transparan dan akuntabel.

Menutup pemandangan umumnya, Rayanto menegaskan Fraksi Perindo mendukung penuh agar pengelolaan APBD Barito Timur pada tahun-tahun mendatang semakin efektif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

"Kami dari Fraksi Perindo sebagai representasi dari kepentingan masyarakat Barito Timur, mendukung penuh agar realisasi APBD Kabupaten Barito Timur pada tahun mendatang bisa digunakan dengan lebih baik lagi untuk kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Barito Timur," tutup Rayanto. 

Rapat paripurna DPRD Barito Timur dipimpin oleh Ketua DPRD Nursulistio dan dihadiri Wakil Ketua serta Anggota DPRD, Sekretaris Daerah dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah. (AGUSTINUS BOLE MALO/j)