BORNEONEWS, Tamiang Layang – DPRD Kabupaten Barito Timur bersama Pemkab Barito Timur resmi menandatangani persetujuan bersama terhadap Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2027, Jumat, 30 Juli 2026.
Kesepakatan tersebut menjadi tonggak awal dalam penyusunan APBD 2027 yang akan diarahkan pada program-program pembangunan prioritas, terutama sektor infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penandatanganan kesepakatan itu dilaksanakan dalam rapat paripurna yang dipimpin Wakil Ketua I DPRD Barito Timur, Mardianto, serta dihadiri Sekretaris Daerah Misnohartaku, anggota DPRD, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), staf ahli, tenaga ahli fraksi DPRD, dan tamu undangan lainnya.
Usai rapat paripurna, Mardianto, menegaskan bahwa penandatanganan KUA-PPAS merupakan tahapan strategis dalam proses penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027. Menurutnya, setelah dokumen tersebut disepakati bersama, DPRD dan pemerintah daerah akan memasuki pembahasan yang lebih rinci terhadap program serta kegiatan yang akan menjadi prioritas pembangunan.
"KUA-PPAS sudah ditandatangani bersama antara DPRD dan pemerintah daerah. Tindak lanjutnya nanti akan kita bahas bersama untuk pembangunan tahun 2027," kata Mardianto.
Ia menjelaskan, pembahasan lanjutan akan difokuskan pada program-program yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Salah satu sektor yang mendapat perhatian serius adalah pembangunan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan jembatan yang dinilai mampu memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menggerakkan roda perekonomian daerah.
"Nanti akan kita lihat mana yang memang menjadi prioritas untuk dilaksanakan, apakah jalan dan jembatan yang sekiranya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Mardianto menyebut sejumlah proyek strategis yang diharapkan masuk dalam skala prioritas pembangunan, di antaranya pembangunan jembatan Hayaping, jembatan Murutuwu dan jembatan Juru Banu.
Menurutnya, kehadiran infrastruktur tersebut akan membuka akses transportasi yang lebih baik, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah Barito Timur.
Selain itu, Mardianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap program pembangunan yang akan dijalankan pemerintah daerah.
"Keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah dan DPRD, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat agar setiap program yang direncanakan dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan Barito Timur," tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









