KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Aktivitas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, hingga Senin malam, 31 Agustus 2026 masih berlangsung cukup intens. Tim dan relawan masih melakukan penanganan di sejumlah lokasi yang terpantau memiliki titik api, meski upaya pemadaman di lapangan menghadapi berbagai kendala.

Berdasarkan pembaruan data Pemerintah Kabupaten Kapuas per 31 Agustus 2026 pukul 17.00 WIB, tercatat sebanyak 663 titik api atau hotspot terdeteksi di delapan kecamatan dengan 43 desa terdampak. Data tersebut bersumber dari pemantauan NASA-MODIS, NASA-SNPP, dan NASA-NOAA20.

Sebaran hotspot terbanyak berada di Kecamatan Mantangai dengan 440 titik. Selanjutnya Kapuas Tengah sebanyak 89 titik, Timpah 65 titik, dan Dadahup 35 titik. Sejumlah titik api lainnya tersebar di wilayah kecamatan lain yang masuk dalam pemantauan.

Di tengah tingginya jumlah titik api tersebut, proses pemadaman masih menghadapi kendala di lapangan. Selain kondisi medan, akses menuju sejumlah lokasi kebakaran disebut cukup sulit sehingga menyulitkan mobilisasi personel maupun peralatan pemadam.

Kendala lainnya adalah keterbatasan sumber air. Sejumlah sumber air yang sebelumnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemadaman kini mulai mengering akibat kondisi di lapangan.

“Banyak sumber air yang mengering, jadi sebagian besar kendala relawan,” ungkap Daus, relawan setempat.

Dengan kondisi tersebut, penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas masih membutuhkan upaya intensif, terutama pada lokasi yang sulit dijangkau dan minim sumber air. Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sedini mungkin. (SABRIANOOR/H)