MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – DPRD Kabupaten Barito Utara mendorong percepatan pembangunan akses jalan menuju desa-desa terpencil agar pemasangan jaringan listrik dapat dilakukan lebih mudah dan cepat.

Anggota DPRD Barito Utara Ardianto mengatakan, akses jalan memiliki peran penting tidak hanya untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung pengangkutan tiang, kabel dan berbagai material jaringan listrik ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

“Kami dari DPRD tentu mendukung langkah pemerintah daerah membuka akses jalan ke desa-desa terpencil. Ini bukan hanya soal transportasi, tetapi juga bagaimana akses tersebut dapat memudahkan PLN membawa tiang dan material untuk pembangunan jaringan listrik,” ujar Ardianto, Kamis, 3 September 2026.

Pernyataan itu disampaikan saat mengikuti kunjungan kerja Bupati Barito Utara H Shalahuddin bersama Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan, sejumlah kepala OPD dan jajaran manajemen PLN di Kecamatan Teweh Selatan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau pembangunan jalan yang menghubungkan Desa Bintang Ninggi dengan Desa Butong sepanjang sekitar 4,2 kilometer.

Ardianto menilai pembukaan jalan tersebut memiliki manfaat strategis karena dapat mempercepat pembangunan infrastruktur dasar di wilayah yang sebelumnya sulit diakses.

Ia juga menyoroti masih adanya sekitar 15 desa di Barito Utara yang belum mendapatkan layanan listrik.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama melalui perencanaan pembangunan jalan dan jaringan listrik yang terintegrasi.

“Kalau jalannya sudah terbuka, tentu mobilisasi material menjadi lebih mudah. Ini harus kita manfaatkan untuk mempercepat pemasangan listrik, sehingga masyarakat di desa terpencil juga bisa menikmati pelayanan dasar yang sama seperti masyarakat di wilayah lainnya,” katanya.

Ardianto mendorong koordinasi antara Pemkab Barito Utara, DPRD, PLN dan pemerintah desa terus diperkuat agar program elektrifikasi dapat berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.

Ia berharap target pemerintah daerah agar seluruh desa di Barito Utara teraliri listrik pada 2027 dapat terealisasi.

Menurutnya, kehadiran listrik akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan hingga kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah pelosok.

“Listrik bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi sudah menjadi kebutuhan dasar. Kita ingin masyarakat di pelosok juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” pungkasnya. (RAMADHANI/j)