JAKARTA –

BORNEONEWS, Buntok - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu munculnya sumber api guna mencegah kebakaran.

"Hal itu mengingat, pada sejumlah kejadian karhutla (kebakaran hutan dan lahan) yang sempat merembet hingga ke kawasan permukiman warga," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Barito Selatan Edi Darmadi di Buntok, Senin.

Dia menyebut beberapa rumah warga telah terdampak dan terbakar akibat karhutla di sejumlah wilayah.

Menurut dia, kondisi cuaca yang panas disertai angin cukup kencang dapat membuat api dengan cepat membesar dan meluas. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, terutama bagi permukiman yang berada berdekatan dengan kawasan lahan yang rawan terbakar.

Penanganan karhutla terus dilakukan melalui kerja sama tim gabungan, seperti polres, kodim, damkar bersama masyarakat.

Kesigapan petugas di lapangan sejauh ini mampu mencegah kobaran api meluas ke permukiman lainnya.

“Memang ada beberapa pemukiman warga yang sempat terbakar, namun berkat kesigapan kita bersama tim gabungan dan warga, api bisa diantisipasi sehingga tidak menjalar ke permukiman warga lainnya,” katanya.

Untuk mencegah bertambah dampak dan kerugian, BPBD Barito Selatan juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Warga juga diminta menghindari berbagai aktivitas yang dapat menimbulkan sumber api, khususnya di tengah kondisi lahan yang kering dan cuaca panas.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menemukan titik api di sekitar lingkungan mereka. Laporan sedini mungkin dinilai penting agar petugas segera melakukan penanganan sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.

“Jangan sampai api yang awalnya kecil kemudian membesar dan sulit dikendalikan. Peran serta masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla," demikian Edi.

ANTARA