PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memberikan bantuan pembangunan dua sumur bor di Desa Hanjak Maju, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Satu sumur diperuntukkan bagi kebutuhan air bersih masyarakat, sedangkan satu lainnya disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta mengapresiasi bantuan tersebut karena keberadaan sumber air dinilai penting, terutama ketika menghadapi musim kemarau dan risiko karhutla.

“Dua titik lokasi sumur bor terdiri satu unit bantuan untuk penyediaan air bersih di pemukiman warga dan satu unit sumur bor untuk karhutla,” kata Ahmad.

Menurutnya, sumber air tersebut diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan ketika terjadi kebakaran lahan.

Pemerintah daerah juga meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas sumur bor agar manfaatnya dapat digunakan dalam jangka panjang, termasuk ketika menghadapi kondisi darurat.

Sementara itu, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin mengatakan pencarian sumber air di Desa Hanjak Maju dilakukan menggunakan metode geolistrik.

“Pencarian sumber mata air di Desa Hanjak Maju ini telah menggunakan metode geolistrik,” terangnya.

Metode tersebut digunakan untuk membantu menemukan titik sumber air yang berpotensi dikembangkan menjadi sumur bor.

Zainul berharap jumlah sumber air yang dapat dibangun nantinya semakin banyak sehingga kebutuhan masyarakat saat kekeringan sekaligus kebutuhan air untuk penanganan karhutla dapat terpenuhi.

“Jumlah titik sumur bor mudah-mudahan bisa sebanyak mungkin, dan yang penting kita bisa membantu masyarakat dalam penyediaan air bersih,” ujarnya.

Upaya pencarian sumber air juga tidak hanya dilakukan di Desa Hanjak Maju. Kodam XXII/Tambun Bungai telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menyiapkan sumber air di sejumlah titik lain di Kabupaten Pulang Pisau.

Langkah tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kekeringan sekaligus menyediakan sumber air yang lebih dekat ketika terjadi karhutla.