BORNEONEWS, Sampit - DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mendesak percepatan pembangunan kembali SMAN 1 Cempaga yang terbakar agar proses belajar mengajar siswa dapat segera kembali berjalan normal.
"Tadi kami meninjau SMAN 1 Cempaga yang terbakar. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati atas respon cepat yang memerintahkan Dinas Cipta Karya dan Dinas Pendidikan Kotim untuk melakukan kegiatan-kegiatan jangka pendek supaya siswa bisa segera melanjutkan proses belajar mengajar," kata Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang Siswanto setelah meninjau SMAN 1 Cempaga yang terbakar, Selasa, 29 September 2026.
Dadang mengapresiasi respons cepat Bupati Kotim yang memerintahkan Dinas Cipta Karya dan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan langkah jangka pendek agar siswa tetap dapat melanjutkan kegiatan belajar mengajar.
Menurutnya, data terkait kondisi bangunan dan kebutuhan pembangunan kembali sekolah menjadi hal penting untuk menentukan tindak lanjut pemerintah. Karena itu, Komisi III meminta Dinas Cipta Karya segera menyelesaikan pembaruan data kondisi SMAN 1 Cempaga.
"Dan khusus Dinas Cipta Karya, tadi kami meminta update data sesegera mungkin dan disampaikan tadi pada hari Kamis atau Jumat insyaallah sudah selesai," ujarnya.
Dadang mengatakan data tersebut nantinya menjadi bahan bagi Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengusulkan pembangunan kembali sekolah kepada pemerintah pusat.
"Karena data itulah yang menjadi bahan tindak lanjut dari pemerintah provinsi, Disdik provinsi untuk menyampaikan kepada pemerintah pusat," katanya.
Selain itu, DPRD Kotim juga akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah. Pertemuan tersebut diharapkan dapat memperkuat dorongan agar pembangunan kembali SMAN 1 Cempaga segera direalisasikan.
"Adapun besok kami juga akan ketemu dengan Dinas Pendidikan Provinsi untuk sama-sama bersuara bahwa agar ini segera cepat untuk dibangun kembali, syukur-syukur bisa dilaksanakan pada perubahan anggaran di tahun ini," tambahnya.
Ia berharap proses pembangunan dapat segera mendapat kepastian, sehingga kegiatan pendidikan di SMAN 1 Cempaga tidak terganggu dalam waktu lama.
Dadang juga meminta para guru dan siswa tetap bersabar serta menjaga semangat selama proses penanganan pascakebakaran berlangsung.
"Kepada guru-guru, murid, harap tetap bersabar, tetap semangat. Insyaallah ini akan kita lalui secara bersama," tandasnya.
Kebakaran SMAN 1 Cempaga terjadi pada Minggu, 27 September 2026, pukul 02.45 WIB. Kebakaran yang diduga bermula dari ledakan baterai solar cell tersebut menghanguskan enam ruangan.
Ruangan yang terdampak di antaranya ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, ruang tata usaha yang menyatu dengan ruang guru, aula, hingga tiga ruang kelas. (DEWI PATMALASARI/j)









