PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Upaya konservasi hutan perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan masyarakat tidak dapat diminta menjaga hutan apabila kebutuhan penghidupan mereka diabaikan.

“Kita tidak dapat meminta masyarakat menjaga hutan sementara kebutuhan ekonomi mereka diabaikan,” kata Henky kepada Borneonews pada Rabu, 30 September 2026.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan keterampilan, kesempatan usaha, akses terhadap pasar dan sumber pendapatan yang memungkinkan mereka memenuhi kebutuhan hidup tanpa merusak sumber daya alam.

Ia mencontohkan pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian di Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.

Masyarakat terlibat dalam pengelolaan kawasan sekaligus memanfaatkan potensi perikanan di Danau Masoraian.

Di sisi lain, terdapat tenaga pelaksana yang mendapatkan insentif dari kegiatan pengelolaan kawasan.

Henky mengatakan pendekatan tersebut penting karena konservasi harus memberikan manfaat nyata.

“Pemberdayaan menjadi penting. Masyarakat membutuhkan kemampuan dan kesempatan agar dapat memperoleh pendapatan tanpa harus mengorbankan sumber daya alam,” ujarnya.(TESTI PRISCILLA)