BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Citra Borneo Indah (CBI) Group bersama Abdul Rasyid Foundation (ARF) dan Laznas Yakesma terus melanjutkan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Setelah menyalurkan bantuan di sejumlah wilayah Kabupaten Nagekeo pada 29 - 30 September 2026, rangkaian distribusi dilanjutkan ke Kabupaten Manggarai Timur, Kamis, 1 Oktober 2026.
Manager CSR sebagai perwakilan CBI Group dan Abdul Rasyid Foundation, Abdur Rohman menjelaskan penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan wilayah serta jumlah masyarakat yang terdampak.
“Setelah penyaluran di Nagekeo, tim melanjutkan distribusi bantuan ke wilayah lainnya. Kami berupaya agar bantuan yang telah disiapkan dapat menjangkau masyarakat yang terdampak dan membutuhkan dukungan,” jelasnya.
Di Kabupaten Manggarai Timur, bantuan disalurkan di Kecamatan Sambi Rampas, wilayah Pota, sebanyak 100 paket. Sebanyak 100 paket lainnya disalurkan di Desa Waso, Kecamatan Satar Kampas.
Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok berupa beras, minyak goreng, sarden, dan mi instan.
Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak terbesar dalam pemetaan target penyaluran bantuan.
Berdasarkan data yang digunakan dalam agenda distribusi, wilayah tersebut mencatat target sekitar 29.702 jiwa atau keluarga terdampak, dengan ibu kota kabupaten berada di Borong.
Selain Manggarai Timur, wilayah lain yang menjadi sasaran penyaluran antara lain Kabupaten Ngada dengan target sekitar 27.184 jiwa yang terdampak, Kabupaten Nagekeo dan Kota Ende sekitar 20.001, Sikka 7.109, Manggarai 5.509, dan Flores Timur sebanyak 3.258.
Wilayah-wilayah tersebut masing-masing meliputi Bajawa di Ngada, Mbay di wilayah Nagekeo, Ende, Maumere, Sikka, Ruteng Manggarai, serta Larantuka di Flores Timur.
Rohman mengatakan pemetaan wilayah tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat cakupan kebutuhan masyarakat terdampak dan menentukan tahapan distribusi bantuan.
“Ini merupakan rangkaian dari bantuan yang kami salurkan di beberapa wilayah terdampak. Harapannya, bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan mereka dalam masa pemulihan pascabencana,” jelasnya.
Sebelumnya pada 30 September 2026, tim menyalurkan 100 paket logistik kepada warga Desa Marapokot, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Bantuan serupa juga diberikan kepada 100 warga di Kampung Kaburea, Desa Tenda Kinde, Kecamatan Wolowae.
Selain bantuan kebutuhan pokok, tim juga menyerahkan bantuan sarana usaha kepada delapan nelayan di Kampung Kaburea.
“Kami juga melihat kebutuhan masyarakat di lapangan, termasuk masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk menjalankan kembali aktivitas usahanya. Karena itu, selain logistik, ada juga bantuan sarana usaha untuk nelayan,” jelasnya.
Rangkaian distribusi bantuan tersebut merupakan bagian dari total sekitar 19 ton bantuan kemanusiaan yang disiapkan CBI Group, ARF, dan Laznas Yakesma untuk masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.
Sebelum tiba di lokasi penyaluran, bantuan diberangkatkan melalui jalur laut dan tiba di Pelabuhan Ende pada 24–25 September 2026. Setelah melalui proses bongkar muat, logistik kemudian dibawa menggunakan truk menuju Nagekeo untuk dipersiapkan dan didistribusikan.
Dalam rencana distribusi, pengiriman utama logistik juga dilakukan melalui jalur drop langsung dari Halim atau gudang. Sementara itu, terdapat catatan penyaluran tambahan untuk wilayah Sumba Barat yang menyasar 100 RT dengan pelaksanaan selama dua hari.
Rohman menjelaskan kehadiran tim secara langsung di wilayah terdampak juga penting untuk melihat kondisi masyarakat dan memastikan proses penyaluran berjalan sesuai kebutuhan.
“Kami tidak hanya ingin menyerahkan bantuan, tetapi juga melihat langsung kondisi di lapangan. Dengan begitu, penyaluran bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah,” jelasnya.
Setelah rangkaian penyaluran di Manggarai Timur selesai, tim dijadwalkan kembali ke pos pada 2 Oktober 2026. Selanjutnya, mitra yang terlibat dalam kegiatan tersebut dijadwalkan kembali melalui Labuan Bajo.
Rohman berharap dukungan yang diberikan dapat membantu masyarakat NTT melewati masa pemulihan setelah bencana.
“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari dukungan bagi masyarakat NTT dalam menjalani proses pemulihan,” pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









