PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Penundaan Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov XIII Kalimantan Tengah 2026 membuat Kontingen Kabupaten Kapuas harus kembali menata sejumlah kebutuhan teknis. Kepastian jadwal baru menjadi salah satu hal yang paling ditunggu karena berkaitan dengan mobilisasi 500 atlet ke Kabupaten Kotawaringin Barat.

Panitia Inti Kontingen Porprov Kabupaten Kapuas, Iin Lisnasari, mengatakan semula pelaksanaan Porprov dijadwalkan mulai 2 Oktober 2026. Namun, tingginya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap menyebabkan pelaksanaan ditunda.

“Kami memerlukan informasi pasti, apakah pelaksanaan akan digeser ke awal atau pertengahan November. Kejelasan tanggal sangat penting karena berkaitan erat dengan laporan pertanggungjawaban atau SPJ keuangan menjelang akhir tahun,” kata Iin saat menemui pengurus KONI Kalteng di Palangka Raya pada Kamis sore, 1 Oktober 2026.

Menurutnya, persoalan jadwal bukan sekadar menentukan tanggal keberangkatan kontingen. Kapuas harus menyesuaikan seluruh perencanaan anggaran, transportasi, konsumsi, penginapan, perlengkapan serta kebutuhan pertandingan berdasarkan jadwal baru yang ditetapkan panitia.

Apalagi, 500 atlet Kapuas akan turun pada 32 cabor dan dua cabor eksibisi. Perbedaan jadwal pertandingan setiap cabor akan menentukan kapan atlet harus berangkat, berapa lama berada di Kobar serta kebutuhan akomodasi selama mengikuti pertandingan.

Untuk mengantisipasi kebutuhan tempat tinggal dalam jumlah besar, panitia Kapuas menyiapkan alternatif dengan menyewa rumah warga setempat. Rumah tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat menginap, tetapi juga diproyeksikan untuk mendukung penyimpanan peralatan pertandingan.

Iin mengatakan skema tersebut perlu dipersiapkan sejak awal agar tidak terjadi persoalan ketika seluruh kontingen mulai berdatangan ke Kobar. Karena itu, pihaknya juga akan berkoordinasi langsung dengan KONI Kobar dan Disparbudpora Kobar setelah melakukan kunjungan ke KONI Kalteng.

Ketua Harian KONI Kalteng Hasanuddin Noor mengatakan penundaan Porprov dilakukan dengan pertimbangan keselamatan dan kesehatan atlet serta pelatih. Kondisi kabut asap yang tebal akibat karhutla dinilai belum memungkinkan untuk menggelar pertandingan sesuai jadwal awal.

“Situasi kabut asap saat ini sangat tebal dan berisiko bagi kesehatan atlet. Kita semua berharap bencana asap ini segera teratasi sehingga cuaca kembali cerah,” ujar Hasanuddin.

Penundaan sekitar satu bulan tersebut sekaligus memberikan waktu tambahan bagi seluruh kontingen untuk melakukan persiapan. Namun bagi Kapuas, tambahan waktu itu juga harus diikuti kepastian jadwal agar seluruh perencanaan logistik dan administrasi untuk 500 atlet dapat segera dikunci. (TESTI PRISCILLA/H)