PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Kasongan – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan sejumlah program bantuan kepada masyarakat Kabupaten Katingan di tengah dampak kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa bahan pangan, tetapi juga bantuan sosial melalui Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), air bersih hingga layanan kesehatan bagi masyarakat.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, mengatakan pemerintah daerah harus hadir langsung untuk melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Karena itu, jajaran Pemprov Kalteng terus turun ke lapangan termasuk ke wilayah terdampak Karhutla,” kata Agustiar di Kasongan seperti dalam rilis dikutip Jumat, 2 Oktober 2026.

Bantuan pangan yang disalurkan antara lain berupa beras, gula dan minyak goreng.

Sementara melalui program KHBS, setiap keluarga penerima manfaat memperoleh bantuan sosial sebesar Rp250 ribu.

Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah titik, termasuk halaman Kantor Bupati Katingan dan halaman Masjid Al-Muhajirin Kereng Pangi.

Di halaman Kantor Bupati Katingan, Pemprov menyalurkan 3.300 paket bantuan pangan.

Pada lokasi tersebut juga disalurkan bantuan KHBS kepada 969 penerima manfaat yang tersebar di Kelurahan Kasongan Baru, Kasongan Lama, Desa Tumbang Liting, Dusun Hampangin dan Desa Tewang Kadamba.

Bantuan turut menyasar sekitar 2.500 penerima dari berbagai kelompok, seperti ASN golongan I dan II, PPPK, tenaga outsourcing, petugas kebersihan, sopir angkutan umum, buruh, petani, nelayan hingga juru parkir.

Sebanyak 500 paket lainnya diberikan kepada pedagang kecil dan pelaku UMKM.

Penyaluran juga dilakukan di Kereng Pangi dengan 2.026 paket bantuan pangan serta KHBS kepada 969 penerima manfaat yang tersebar di Desa Hampalit, Talangkah, Banut Kalanaman dan Talian Kereng.

Selain program tersebut, Pemprov Kalteng juga memberikan dukungan air bersih untuk masyarakat yang terdampak kekeringan.

Secara lebih luas, Pemprov Kalteng mencatat penyaluran air bersih di berbagai kabupaten dan kota telah mencapai lebih dari 3,8 juta liter selama musim kemarau.

Agustiar mengatakan penanganan dampak Karhutla tidak cukup hanya berfokus pada pemadaman api.

Pemerintah juga perlu memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak asap maupun kekeringan tetap terpenuhi.

“Tidak mungkin membangun daerah ini dengan sendirinya. Kita harus bersama, bergotong royong dan saling membantu. Bukan waktunya saling menyalahkan, tetapi bagaimana kita mencari solusi,” ujarnya.

Penyaluran bantuan di Katingan juga dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan gratis serta pelayanan bantuan sosial KHBS melalui Bank Kalteng Cabang Kasongan.

Pemprov Kalteng meminta pemerintah daerah terus memperbarui data penerima agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan selama masa Karhutla dan kekeringan.