KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten Kapuas memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hingga 13 Oktober 2026.

Keputusan tersebut diambil setelah evaluasi di Posko Induk Karhutla BPBD Kapuas dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, potensi kekeringan, serta tingginya kejadian kebakaran yang masih perlu diwaspadai.

“Status tanggap darurat bencana kekeringan dan Karhutla diperpanjang hingga 13 Oktober 2026,” kata Wakil Bupati Kapuas, Dodo, di Kuala Kapuas, Jumat, 2 Oktober 2026.

Menurutnya, perpanjangan status juga menjadi dasar untuk memperkuat koordinasi antara BPBD, perangkat daerah, pemerintah kecamatan, relawan hingga unsur pelayanan masyarakat.

“Karena itu, kita perlu terus memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi tersebut,” ujarnya.

Dodo mengatakan berdasarkan prediksi BMKG, curah hujan di Kalimantan Tengah, termasuk Kabupaten Kapuas, masih berpotensi rendah hingga awal November 2026.

Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kekeringan maupun perluasan Karhutla.

Selain unsur kebencanaan, rumah sakit daerah dan Perumdam Kapuas juga diminta ikut bersiap menghadapi dampak kekeringan terhadap masyarakat.

Pemkab berharap sinergi lintas instansi dapat memastikan penanganan berjalan cepat apabila terjadi peningkatan kebakaran maupun gangguan kebutuhan dasar warga.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kapuas, Pangeran S Pandiangan, mengatakan luas lahan terbakar sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 3.434,12 hektare.

Dalam periode yang sama, BPBD juga mencatat 352 kejadian Karhutla serta 30.200 titik panas atau hotspot.

Besarnya angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa penanganan masih harus dilakukan secara intensif.

Untuk memperkuat operasi pemadaman, BPBD Kapuas telah menambah 20 mesin pompa yang didistribusikan ke sejumlah wilayah.

“Penambahan peralatan tersebut dilakukan menyusul hasil evaluasi yang menemukan keterbatasan mesin pompa dan selang menjadi salah satu kendala petugas dalam menangani Karhutla di lapangan,” kata Pangeran.

Ia berharap tambahan peralatan dapat membantu petugas menjangkau titik kebakaran yang masih berasap maupun sulit diakses.

Pemkab Kapuas juga berharap hujan segera turun sehingga kondisi lahan kembali membaik dan risiko Karhutla dapat ditekan.