PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mendapatkan sinyal internet di Kabupaten Katingan mulai mendapat akses konektivitas baru.

Pemerintah Kabupaten Katingan menyalurkan 287 perangkat Starlink ke desa, sekolah, puskesmas dan sejumlah layanan publik yang berada di kawasan blank spot atau sulit dijangkau jaringan seluler.

Asisten II Setda Katingan, Adventus, mengatakan perangkat tersebut diharapkan membuka akses komunikasi dan informasi bagi masyarakat di wilayah pedesaan maupun pedalaman.

“Sebanyak 287 perangkat Starlink disalurkan untuk mendukung layanan publik, pendidikan, kesehatan dan aktivitas masyarakat,” kata Adventus, Senin, 5 Oktober 2026.

Bantuan tersebut bersumber dari Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Kalimantan Tengah.

Bagi wilayah yang selama ini terbatas jaringan, kehadiran internet bukan hanya soal bisa terhubung ke dunia luar.

Akses tersebut juga berkaitan langsung dengan pelayanan desa, proses belajar, layanan kesehatan hingga aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dengan internet, anak-anak kita bisa belajar secara online, pelayanan desa bisa lebih cepat, dan UMKM bisa memasarkan produknya lebih luas,” ujar Adventus.

Perangkat Starlink disalurkan kepada penerima yang tersebar di wilayah yang dinilai masih mengalami keterbatasan akses jaringan.

Pemkab Katingan juga meminta perangkat yang telah diterima dijaga dan dirawat agar dapat digunakan dalam jangka panjang.

Diskominfostandi Katingan akan melakukan pendampingan teknis serta monitoring terhadap pemanfaatannya.

“Akses internet bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, tetapi sudah menjadi salah satu kebutuhan penting untuk mendukung pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, perekonomian, komunikasi pemerintahan dan aktivitas masyarakat,” kata Adventus.

Salah seorang perwakilan penerima, Rahardian, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi desa yang selama ini kesulitan mendapatkan koneksi internet.

“Kami sangat bersyukur. Dengan adanya Starlink ini, akhirnya desa kami bisa terhubung. Ini akan sangat membantu untuk layanan sekolah dan administrasi desa,” katanya.

Bagi masyarakat di kawasan blank spot, masuknya 287 perangkat Starlink menjadi lebih dari sekadar pemasangan teknologi.

Ia membuka kemungkinan baru bagi anak-anak untuk belajar, perangkat desa bekerja lebih cepat, dan warga mengakses layanan yang selama ini sulit dijangkau karena keterbatasan jaringan. (*/j)