PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya berpeluang mendapat pengalaman langsung di lingkungan Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Pulang Pisau melalui program magang dan praktik lapangan.

Peluang itu menjadi salah satu bagian paling konkret dari penjajakan kerja sama UMPR dengan BPN Pulang Pisau.

Rektor UMPR, Muhamad Yusuf, mengatakan keberadaan kampus UMPR di Pulang Pisau membuka ruang agar kegiatan pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga bersentuhan langsung dengan dunia kerja dan pelayanan publik.

“UMPR memiliki keberadaan kampus di Pulang Pisau, sehingga kami melihat banyak ruang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama. Tidak hanya dalam konteks pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin keberadaan UMPR dapat memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat Pulang Pisau,” katanya, Senin, 5 Oktober 2026.

Salah satu bentuk yang dibahas ialah kesempatan mahasiswa menjalani magang atau praktik lapangan di BPN Pulang Pisau.

Melalui skema tersebut, mahasiswa dapat mengenal proses kerja pelayanan publik sekaligus menguji ilmu yang selama ini mereka peroleh di bangku kuliah.

“Mahasiswa membutuhkan ruang untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Melalui magang dan praktik lapangan, mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai dunia kerja dan pelayanan publik, sekaligus membangun pengalaman yang relevan dengan bidang keilmuannya,” ujar Yusuf.

Bagi UMPR, pengalaman semacam itu penting agar lulusan tidak hanya memiliki bekal akademik, tetapi juga memahami kebutuhan riil di lapangan.

Kolaborasi juga diarahkan ke bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Artinya, persoalan maupun kebutuhan yang muncul di Pulang Pisau dapat menjadi bagian dari ruang kajian sivitas akademika, bukan sekadar agenda kampus yang berhenti pada kegiatan internal.

Pertemuan antara UMPR dan BPN Pulang Pisau turut melibatkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pulang Pisau.

Kehadiran sejumlah pihak tersebut diharapkan membuka peluang kegiatan yang lebih konkret dan tidak hanya berhenti pada dokumen kerja sama.

UMPR juga ingin keberadaan kampusnya di Pulang Pisau semakin terhubung dengan potensi dan kebutuhan daerah.

Dengan demikian, mahasiswa mendapatkan ruang belajar yang lebih nyata, sementara hasil penelitian dan pengabdian perguruan tinggi dapat diarahkan untuk memberi manfaat langsung kepada masyarakat. (*/j)