BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menyalurkan bantuan 7.500 paket sembako untuk masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Secara simbolis, bantuan diserahkan Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran. Penyerahan bantuan tersebut dilakukan di Lapangan Sampuraga Lama Pangkalan Bun, setelah gubernur menghadiri rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Kobar, Selasa, 6 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden, Bupati dan Wakil Bupati Kobar, unsur pimpinan dan anggota DPRD Kobar, Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kalteng serta anggota DPRD Kalteng Daerah Pemilihan III.
Agustiar mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu masyarakat yang terdampak karhutla. Menurutnya, bencana tersebut tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga perekonomian masyarakat.
“Bencana karhutla di Kalimantan Tengah saat ini berdampak pada kesehatan dan perekonomian masyarakat. Untuk itu pemerintah hadir untuk meringankan beban masyarakat. Awalnya untuk Kobar disiapkan 5.000 paket, kemudian saya minta ditambah menjadi 7.500 paket sembako,” ujar Agustiar.
Setiap paket sembako berisi 5 kilogram beras, 1 kilogram gula pasir, dan 1 liter minyak goreng. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kabut asap dan kekeringan akibat karhutla.
Selain sembako, Pemprov Kalteng juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) Tahap II sebesar Rp250 ribu per keluarga, kepada 7.500 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kobar.
Agustiar juga memastikan pemerintah menyediakan fasilitas kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap. Salah satunya melalui rumah oksigen yang dapat dimanfaatkan masyarakat umum.
“Selain bantuan sembako dan bantuan langsung tunai, Pemerintah Provinsi juga menyediakan rumah oksigen yang dapat digunakan masyarakat umum. Bagi masyarakat yang sakit, silakan berobat ke rumah sakit meski tidak memiliki BPJS, cukup membawa KTP. Pihak rumah sakit jangan mempersulit. Jika dipersulit, silakan lapor langsung kepada saya,” tegasnya.
Menurut Agustiar, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mendukung penanganan karhutla di kabupaten dan kota se-Kalteng yang saat ini terdampak bencana.
“Bantuan dari Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto juga telah kami salurkan untuk memperlancar penanganan karhutla di kabupaten dan kota se-Kalteng yang tengah dilanda bencana karhutla,” katanya.
Sementara itu, Bupati Kobar Hj Nurhidayah mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemprov Kalteng terhadap masyarakat Kobar, khususnya warga yang terdampak karhutla dan kekeringan.
Menurutnya, penanganan dampak karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api, tetapi juga harus diikuti dengan perlindungan dan pemulihan masyarakat yang terdampak.
“Pemerintah daerah Kobar berkomitmen dalam penanganan karhutla. Meski terdapat kendala di lapangan, seperti minimnya sumber air dan lokasi titik api yang berada jauh di dalam sehingga armada sulit menjangkaunya, Tim Satgas Karhutla terus berupaya agar titik api dapat dipadamkan dan tidak menyebar ke permukiman warga,” jelas Nurhidayah.
Ia berharap, bantuan dari pemerintah provinsi tersebut dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat penanganan dampak karhutla di Kobar. (DANANG/y)









