PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperluas akses pendidikan melalui program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS), Satu Keluarga Satu Sarjana, serta bantuan biaya kuliah untuk membantu masyarakat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah Muhammad Reza Prabowo saat pembukaan The 2nd Palangka Raya International Conference on Education (PRICE) 2026 di Swiss-Belhotel Palangka Raya.

Agustiar menegaskan, keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi putra-putri Kalimantan Tengah untuk memperoleh kesempatan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Kami ingin memastikan tidak ada putra-putri Kalimantan Tengah yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan karena keterbatasan ekonomi,” tegas Gubernur dalam sambutan tertulisnya seperti dikutip borneonews pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Program-program tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan sekaligus membantu putra-putri daerah melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut Agustiar, pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah sehingga Kalimantan Tengah membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, mampu menguasai teknologi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal, termasuk semangat Huma Betang.

Ia menekankan, transformasi pendidikan tidak cukup hanya mengikuti perkembangan teknologi, tetapi harus membentuk generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, dan daya saing.

Melalui perluasan akses pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia, Pemprov Kalteng berharap semakin banyak putra-putri daerah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan serta berkontribusi terhadap pembangunan Kalimantan Tengah. (HERMAWAN DP/H)