SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) menyoroti kondisi Dermaga Mentaya Seberang yang bertuliskan Selamat Datang di Sampit mengalami kerusakan dan dinilai membahayakan pengguna jasa penyeberangan menuju Kecamatan Seranau.

"Kondisinya sudah banyak yang rusak dan berlubang, sehingga perlu segera dilakukan perbaikan," ujar Anggota DPRD Kotim Daerah Pemilihan (Dapil) II, Dadang Siswanto, Kamis, 8 Oktober 2026.

Hal tersebut ia sampaikan saat dirinya bersama anggota DPRD Kotim Dapil II lainnya melaksanakan kegiatan reses untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam kegiatan tersebut, Dadang turun bersama anggota DPRD Dapil II lainnya, yakni Rinie, Paliansyah, Marudin, Ariyandi, Rambat, dan Syahbana.

Lanjutnya, kerusakan terlihat pada sejumlah bagian lantai dermaga yang menggunakan material kayu. Lubang dan bagian lantai yang lapuk membuat masyarakat harus lebih berhati-hati saat melintas.

Ia menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani karena dermaga merupakan salah satu akses yang digunakan masyarakat dari Pelabuhan PPM Sampit menuju kawasan Mentaya Seberang di Kecamatan Seranau.

Selain berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan, dermaga tersebut juga memiliki nilai simbolis bagi Kota Sampit. Tulisan Selamat Datang di Sampit yang berada di lokasi menjadikannya salah satu bagian yang menyambut masyarakat ketika tiba dari arah Mentaya Seberang.

Namun, kondisi fisik dermaga yang semakin mengalami kerusakan dinilai tidak sebanding dengan fungsinya sebagai salah satu akses sekaligus wajah kawasan tersebut.

Dadang mengatakan kerusakan itu bukan persoalan baru. Menurut dia, fasilitas tersebut sudah cukup lama tidak mendapatkan penanganan sehingga kerusakan terus bertambah seiring waktu.

Selain melihat kondisi Dermaga Mentaya Seberang, rombongan legislator Dapil II tersebut juga meninjau berbagai persoalan infrastruktur dan pelayanan publik yang menjadi kebutuhan masyarakat di wilayah Seranau dan Baamang.

Berbagai hasil reses tersebut selanjutnya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Kotim sebagai bahan tindak lanjut, termasuk terkait perbaikan fasilitas publik yang dinilai membutuhkan penanganan.

"Harapan kami agar ini menjadi perhatian serius pemerintah Kabupaten Kotim untuk bisa ditindaklanjuti karena menyangkut keselamatan masyarakat," pungkas Dadang. (DEWI PATMALASARI/j)