TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang – Potensi penerimaan daerah dari aktivitas perusahaan menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan Pemerintah Kabupaten Barito Timur dengan Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis, 8 Oktober 2026. Pajak air perusahaan dan pajak alat berat dinilai menjadi sektor yang masih dapat dioptimalkan untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembahasan tersebut mengemuka saat rombongan Komisi I DPRD Kalimantan Tengah yang dipimpin Muhajirin melakukan kunjungan kerja ke Barito Timur. Rombongan diterima Bupati Barito Timur M Yamin di Ruang Rapat Bupati.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas sejumlah sumber penerimaan yang berpeluang dikembangkan. Selain pajak air perusahaan dan alat berat, pembahasan mencakup potensi pendapatan lain yang dapat memberikan kontribusi terhadap keuangan daerah.

Muhajirin mengatakan kunjungan kerja tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi Barito Timur sekaligus menggali berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah daerah.

“Kami turun langsung untuk mengetahui kondisi dan persoalan yang ada di daerah. Harapannya, melalui koordinasi dan sinergi yang baik, berbagai persoalan tersebut dapat dicarikan solusi bersama,” ujarnya.

Menurut Muhajirin, koordinasi antara pemerintah kabupaten dan provinsi menjadi penting karena sejumlah persoalan dan potensi daerah memerlukan dukungan lintas pemerintahan. Optimalisasi PAD, terutama dari sektor pajak, menjadi salah satu isu yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Bupati Barito Timur menyambut upaya memperkuat koordinasi tersebut. Ia menilai berbagai aset dan potensi yang dimiliki daerah perlu dikelola lebih optimal agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

“Ke depan kita perlu membangun komunikasi dan koordinasi yang lebih baik agar aset-aset yang memiliki potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal,” kata Yamin.

Selain membicarakan PAD, pertemuan juga menyoroti peluang pemanfaatan Bendungan Karau di Kecamatan Dusun Tengah. Bendungan tersebut dinilai memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pemkab Barito Timur selanjutnya akan berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mengkaji peluang pemanfaatan Bendungan Karau secara lebih optimal.

Dalam kesempatan itu, Yamin turut memaparkan perkembangan sejumlah program strategis yang tengah berjalan di Barito Timur, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih dan ketahanan pangan hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan serta narkoba.

Ia berharap Komisi I DPRD Kalimantan Tengah dapat membantu menjembatani kepentingan Barito Timur, khususnya program maupun persoalan yang membutuhkan dukungan pemerintah provinsi.

“Kami berharap kedatangan Bapak Ibu sekalian dapat memberikan masukan sehingga bisa mengatasi masalah ke depan. Harus selalu optimis dan memberikan yang terbaik untuk Barito Timur,” ujarnya.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Barito Timur Nursulistio, Sekretaris Daerah Misnohartaku, para asisten serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemkab Barito Timur. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)