BORNEONEWS, Palangka Raya - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat membutuhkan tambahan peralatan berupa drone thermal, masker KN95, sepeda motor roda tiga, dan kacamata pelindung atau goggles.
Kebutuhan tersebut disampaikan pemerintah daerah dalam rapat koordinasi penanganan karhutla yang diikuti Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran di Kotawaringin Barat.
Agustiar mengatakan kebutuhan tambahan peralatan tersebut telah dicatat untuk segera ditindaklanjuti oleh pemerintah provinsi dan kabupaten sesuai kewenangan masing-masing.
“Ini sudah kami catat dan segera ditindaklanjuti. Nanti mana yang bisa kami provinsi penuhi dan sebagian lainnya juga oleh pemerintah kabupaten,” ucapnya.
Pemenuhan kebutuhan peralatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut pemerintah terhadap kebutuhan yang disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan karhutla.
Setelah mengikuti rapat koordinasi, Agustiar turun langsung ke lokasi kebakaran di ruas jalan lintas Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama.
Saat melihat titik api, ia meminta alat berat segera dikerahkan untuk membuat kanal atau saluran air di sekitar lokasi guna mendukung pemadaman dan pengendalian api.
Berdasarkan laporan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalimantan Tengah per 8 Oktober 2026, tercatat 5.937 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 17.530,18 hektare di Kalimantan Tengah.
Di Kabupaten Kotawaringin Barat, tercatat 377 kejadian dengan luas lahan terbakar mencapai 2.558,72 hektare. (HERMAWAN DP/y)









