BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah (Kalteng) memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari tingkat desa melalui pelatihan Masyarakat Peduli Api (MPA) untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan warga dalam pengawasan wilayah rawan kebakaran.
Bupati Murung Raya, Heriyus di Puruk Cahu, Senin mengatakan pelibatan masyarakat penting karena wilayah kabupaten tersebut mencapai 23.700 kilometer persegi, sedangkan jumlah penduduknya relatif sedikit sehingga pengawasan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak.
"Kondisi itu membuat pengawasan terhadap daerah rawan kebakaran menjadi tantangan tersendiri, sekaligus memerlukan kerja sama seluruh pihak, termasuk masyarakat," katanya.
Ia mengatakan, status darurat karhutla di Murung Raya telah ditetapkan sejak 19 September 2026 akibat kondisi cuaca dan kekeringan yang semakin parah. Karena itu, pembukaan lahan dengan cara membakar untuk sementara tidak diperbolehkan, termasuk yang sebelumnya diizinkan secara terbatas.
Heriyus juga mengumumkan bonus pribadi Rp10 juta bagi siapa saja yang berhasil menemukan dan melaporkan pelaku pembakaran lahan secara sengaja sebagai upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam pencegahan karhutla.
Selain itu, pemerintah desa diminta mengoptimalkan dana desa untuk mendukung penanggulangan bencana, termasuk penyediaan peralatan pemadam kebakaran dan sarana pendukung lainnya.
Sementara itu, Camat Murung Ivan Sugita mengatakan pelatihan tersebut diikuti 70 peserta dari unsur desa, kelurahan, dan kecamatan. Peserta mendapatkan pembekalan materi selama satu hari serta praktik lapangan bersama unsur TNI, Polri, dan pemadam kebakaran.
Ivan juga mendorong desa mengalokasikan tiga persen dana desa untuk mendukung penanganan karhutla, termasuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang.
Ia berharap pelatihan tersebut memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam mendeteksi dan menangani kebakaran sejak dini serta meminimalkan dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, ketersediaan air bersih, dan perekonomian warga.









