BORNEONEWS, Palangka Raya – SMPIT Tiara Az-Zahra Palangka Raya berupaya menjaga kualitas pembelajaran jarak jauh atau PJJ dengan menghadirkan metode belajar yang variatif dan interaktif. Langkah ini dilakukan untuk menindaklanjuti arahan Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya agar peserta didik tetap aktif dan tidak mengalami kejenuhan selama belajar dari rumah.
Kepala SMPIT Tiara Az-Zahra Palangka Raya, Jesiati, mengatakan sekolah terus berinovasi dalam memanfaatkan berbagai platform digital dan media pembelajaran edukatif. Penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan materi serta karakteristik peserta didik agar proses belajar tetap efektif meskipun tidak berlangsung secara tatap muka di kelas.
“Kami siap menindaklanjuti arahan Dinas Pendidikan dengan terus memvariasikan metode pembelajaran agar anak-anak tidak jenuh dan tetap aktif selama PJJ. Kami menggunakan Zoom sebagai media utama untuk pembelajaran interaktif, didukung Google Forms, Google Drive, Google Classroom, grup WhatsApp, serta berbagai platform edukasi seperti GeoGebra, Wordwall, dan Blooket,” ujar Jesiati kepada Borneonews pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Menurutnya, pemanfaatan beragam platform tersebut bukan sekadar untuk menyampaikan materi, tetapi juga membangun interaksi antara guru dan siswa. Pembelajaran dirancang agar peserta didik memiliki kesempatan bertanya, berlatih, serta memahami materi melalui pendekatan yang lebih menarik.
Dalam pelaksanaannya, Zoom digunakan sebagai sarana pembelajaran langsung antara guru dan siswa. Google Forms dimanfaatkan untuk latihan dan evaluasi, sedangkan Google Drive menjadi tempat berbagi bahan ajar. Adapun Google Classroom digunakan untuk mengelola materi dan tugas, sementara grup WhatsApp mendukung komunikasi serta koordinasi selama PJJ.
Sekolah juga menggunakan GeoGebra, Wordwall, dan Blooket untuk mendukung pembelajaran visual dan interaktif. Selain itu, presentasi PowerPoint (PPT) dan video pembelajaran edukatif disiapkan sebagai media pendukung agar siswa dapat mempelajari kembali materi secara mandiri dan memperkuat pemahaman mereka.
Upaya tersebut turut diiringi dengan pemantauan keikutsertaan peserta didik dalam pembelajaran. Jesiati menyebutkan, tingkat kehadiran siswa saat ini mencapai 100 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam pelaksanaan PJJ, meskipun sekolah tetap perlu memastikan keterlibatan dan pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan.
“Alhamdulillah, kehadiran anak-anak saat ini mencapai 100 persen. Insyaallah, mereka tetap semangat mengikuti pembelajaran meskipun tidak bertatap muka secara langsung di sekolah. Kami akan terus menjaga kualitas pembelajaran dan memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendampingan dari guru,” katanya.
Jesiati menegaskan, keberhasilan PJJ tidak cukup diukur dari kehadiran siswa maupun penyelesaian tugas. Kreativitas guru, evaluasi berkelanjutan, serta pendampingan terhadap peserta didik menjadi bagian penting untuk memastikan pembelajaran benar-benar memberikan pemahaman dan pengalaman belajar yang bermakna.
“Bagi kami, PJJ bukan sekadar memindahkan ruang kelas ke layar, tetapi bagaimana guru tetap hadir mendampingi, memastikan anak-anak memahami materi, dan menciptakan pengalaman belajar yang bermakna,” tegasnya.
Ia menambahkan, SMPIT Tiara Az-Zahra akan terus mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran melalui pertemuan daring, video edukatif, dan platform interaktif. Melalui langkah tersebut, sekolah berharap siswa tetap termotivasi, proses pembelajaran berlangsung efektif dan menyenangkan, serta mutu pendidikan tetap terjaga selama PJJ. (TESTI PRISCILLA/y)









