BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Kabupaten Kapuas kembali memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan selama dua pekan.
Perpanjangan dilakukan karena musim kemarau masih berlangsung, hujan belum turun secara memadai, dan kebakaran masih terjadi di sejumlah wilayah.
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno mengatakan keputusan tersebut diambil setelah evaluasi penanganan kekeringan dan karhutla bersama unsur terkait.
“Status tanggap darurat kembali kita perpanjang sampai dua minggu ke depan. Mudah-mudahan dalam dua minggu ke depan hujan sudah turun dengan deras sehingga karhutla bisa berhenti,” kata Wiyatno di Kuala Kapuas, Selasa, 13 Oktober 2026.
Keputusan itu disampaikan setelah rapat evaluasi di Posko Induk Tanggap Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla Kabupaten Kapuas.
Menurut Wiyatno, kondisi cuaca dan perkembangan kebakaran di lapangan menjadi pertimbangan utama dalam memperpanjang status tersebut.
Masukan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan unsur terkait juga menjadi bagian dari evaluasi.
Dengan perpanjangan status tanggap darurat, penanganan karhutla dan dampak kekeringan dapat terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.
Pemkab Kapuas juga berupaya mencegah kebakaran meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Wiyatno mengapresiasi personel TNI, Polri, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Masyarakat Peduli Api, dan warga yang terlibat dalam pemadaman.
“Kekompakan tim sudah sangat luar biasa dalam bersama-sama memadamkan api karhutla. Untuk itu, selaku pimpinan daerah, saya mengucapkan terima kasih,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antarunsur tetap terjaga selama masa tanggap darurat sembari menunggu kondisi cuaca membaik.









