SAAT ini kondisi kabut asap akibat Karhutla di wilayah Kalimantan Tengah makin parah. Bahkan saat ini jarak pandang khususnya di ibukota provinsi, Kota Palangka Raya hanya sekitar 300 meter. Kondisi kabut asap sudah masuk kategori berbahaya. Warnanya sudah kecoklatan.
Saking parahnya kabut asap dan tak kunjung ada turun hujan, maka sejumlah pihak memohon agar kiranya pemerintah pusat segera mengambil sikap untuk menantisipasi kondisi ini.
Seperti yang disampaikan oleh Sepmiwawama, seorang warga Kalteng ini. Masyarakat Peduli Kesehatan dan Lingkungan Kalteng ini pun menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Begini bunyinya ?
Presiden Republik Indonesia
di Tempat
Dengan hormat,
Sebagai warga Provinsi Kalimantan Tengah, melalui surat terbuka ini (hanya imajiner), saya ingin menyampaikan aspirasi serta masukan krusial terkait situasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta paparan asap yang saat ini melanda wilayah Kalimantan Tengah, khususnya menanggapi berbagai pernyataan yang menyatakan bahwa Kalteng baik-baik saja.
Sebagai warga negara yang pembayar pajak dan peduli akan keselamatan jiwa saya sendiri dan masyarakat, saya menilai terdapat beberapa kekeliruan mendasar dan ketidakakuratan data ilmiah dalam pernyataan-pernyataan yang disampaikan terkait Karhutla.
Oleh karena itu saya memohon perhatian dan intervensi cepat dari Bapak Presiden atas hal-hal berikut:
1. Dampak Fatal Asap Terhadap Kesehatan dan Angka Harapan Hidup
Paparan asap beracun yang berlangsung selama lebih dari 3 bulan ini bukan sekadar gangguan kenyamanan, melainkan krisis kesehatan masyarakat yang serius seperti korban jiwa dan penyakit kritis.
Paparan particulate matter dan gas beracun dari karhutla terbukti secara medis memicu komplikasi kardiovaskular mendadak yang telah memakan korban jiwa.
Berbagai studi ilmiah internasional dan nasional membuktikan bahwa paparan asap gambut jangka panjang meningkatkan risiko penyakit jantung, gangguan paru kronis, hingga kanker secara signifikan, yang pada akhirnya menurunkan angka harapan hidup masyarakat terdampak.
2. Bahaya Laten Kebakaran Lahan Gambut
Dalam banyak pernyataan yang bernada menganggap enteng kebakaran yang tidak tampak di permukaan adalah sebuah kekeliruan besar secara ekologis. Kebakaran lahan gambut justru paling berbahaya ketika terjadi di bawah permukaan (subsurface fire).
Api memakan deposit bahan bakar raksasa berupa gambut kering yang tebal, menghasilkan emisi karbon dan asap beracun yang jauh lebih pekat dan sulit dipadamkan dibanding kebakaran permukaan.
3. Kriteria Bencana Nasional dan Langkah Penanganan Berbasis Sains
Bencana nasional memang diatur oleh regulasi. Kondisi di lapangan saat ini sudah parah dan menyangkut ancaman keselamatan jiwa, kelangsungan hidup, dan masa depan kesehatan generasi mendatang. Lalu belum masuk kriteriakah kondisi kami hari ini di Kalimantan Tengah?.
Permohonan dan desakan kami kepada Bapak Presiden:
- Instruksi Penanganan Berbasis Sains
Kami meminta Bapak Presiden untuk menginstruksikan jajaran pemerintah daerah dan dinas terkait agar penanganan bencana tidak lagi mengandalkan asumsi atau penyataan tanpa dasar ilmiah (asal bunyi).
- Pengerahan Pakar dan Ahli
Kami memohon agar Bapak Presiden memobilisasi tim independen yang terdiri dari ahli kesehatan masyarakat, epidemiolog, serta pakar lahan gambut Indonesia dan dunia untuk mendampingi serta memberikan arahan langsung kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
- Penetapan Langkah Darurat
Mengambil langkah-langkah mitigasi dan evakuasi medis darurat yang tepat, cepat, serta terukur guna menyelamatkan nyawa warga yang paling rentan (anak-anak, lansia, dan penderita ISPA/kardiovaskular).
Masalah ini adalah krisis kemanusiaan dan pertaruhan nyawa ribuan rakyat Indonesia yang ada di Kalimantan. Orang yang tinggal di Kalimantan tidak hanya orang Dayak. Ada orang Jawa, Batak, Bali, Papua, Toraja, Bugis, bahkan WNA, dll.
Kami sangat berharap Bapak Presiden dapat bertindak cepat dan tegas demi keselamatan warga Kalimantan khususnya Kalimantan Tengah.
Atas perhatian dan respons cepat Bapak Presiden, kami ucapkan terima kasih.
Hormat saya,
Sepmiwawalma
Warga Kalimantan Tengah









