JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta – Kalimantan Tengah menjadi salah satu dari tujuh provinsi prioritas Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) dalam pengelolaan ekosistem gambut untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

Selain Kalteng, wilayah prioritas lainnya meliputi Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.

Kepala BPGMN Satyawan Pudyatmoko mengatakan fokus pengelolaan gambut diarahkan pada wilayah rawan karhutla, termasuk kawasan konsesi perusahaan yang memiliki ekosistem gambut.

“Kalau untuk kebakaran, kita ada enam provinsi sementara ini, plus Papua Selatan berarti tujuh. Jadi ada Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan,” kata Satyawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu malam, 21 Oktober 2026.

Menurutnya, BPGMN mendapat mandat untuk mengelola ekosistem gambut dan mangrove, termasuk menjaga tingkat kebasahan lahan gambut agar tidak mudah mengering dan terbakar.

Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pengelolaan tata air serta pembangunan sekat kanal untuk membantu menjaga tinggi muka air gambut.

BPGMN juga akan berkoordinasi dengan perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan yang wilayah kerjanya memiliki ekosistem gambut.

“Kita sudah minta arahan dari Menteri Kehutanan terkait dengan data konsesi yang punya ekosistem gambut. Ada sekitar 80 PBPH,” ujarnya.

Pengelolaan tersebut akan melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk BMKG, BNPB, Kementerian Kehutanan, serta pihak lain yang terkait dengan pencegahan dan penanganan karhutla.

Satyawan mengatakan BPGMN yang baru dibentuk masih menyusun program serta rencana jangka pendek dan panjang untuk pengelolaan gambut dan mangrove.

Koordinasi juga mulai dilakukan dengan lembaga nonprofit di bidang lingkungan hidup dan kehutanan serta kalangan akademisi.

“Karena kita sifatnya lintas sektoral juga dengan BMKG, BNPB, dengan Kementerian Kehutanan, dan nanti juga akan ada keterlibatan dari TNI ketika pembangunannya akan sangat masif ini,” kata Satyawan.

SUMBER: ANTARA