SAMPIT –

‎BORNEONEWS, Sampit – Harapan masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) untuk mendapatkan perhatian langsung pemerintah pusat terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus tertunda. Rencana kunjungan Menteri Kehutanan (Menhut) RI Raja Juli Antoni ke Sampit pada Rabu, 14 Oktober 2026 dipastikan batal.

‎Padahal, kedatangan Menhut sebelumnya diharapkan menjadi momentum untuk melihat langsung kondisi karhutla di Kotim sekaligus mendorong langkah penanganan yang lebih konkret di tengah dampak kebakaran yang dirasakan masyarakat.

‎Informasi pembatalan tersebut disampaikan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kotim, Legendaria Okta BN. Dalam pesan yang diterima, disebutkan bahwa Menhut tidak jadi berkunjung ke Sampit maupun meninjau lokasi karhutla di wilayah Kotim.

‎Informasi itu merujuk pada keterangan Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho, yang menyebutkan rombongan Menhut akan langsung menuju Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

‎Dengan perubahan agenda tersebut, rencana peninjauan lokasi karhutla bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kotim tidak terlaksana.

‎Sebelumnya, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi persiapan penyambutan dan pendampingan kunjungan kerja Menhut di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kotim, Selasa, 13 Oktober 2026 pagi.

‎Kunjungan itu direncanakan untuk melihat secara langsung kondisi kebakaran di lapangan serta membahas upaya pengendalian bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

‎Berdasarkan agenda yang sebelumnya beredar, Raja Juli Antoni dijadwalkan mengunjungi Kalimantan Selatan pada Senin, 12 Oktober 2026, kemudian menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Selanjutnya, rombongan direncanakan tiba di Kotim pada Selasa malam dan meninjau lokasi karhutla di kawasan Mentawa Baru Hulu, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, pada Rabu pagi.

‎Pembatalan tersebut disayangkan masyarakat yang sebelumnya menaruh harapan besar terhadap kunjungan pejabat pemerintah pusat itu. Salah seorang warga, Wawan, mengaku berharap kehadiran Menhut dapat membawa perhatian lebih terhadap persoalan karhutla yang masih terjadi di Kotim.

‎“Sebelumnya saya membaca berita terkait rencana kedatangan Menhut ke Sampit. Kita menaruh harapan besar bahwa kedatangan beliau akan membawa solusi bagi penanggulangan karhutla di Kotim,” ujarnya.

‎Wawan mengatakan, harapan tersebut semakin besar setelah mengetahui pemerintah daerah telah menggelar rapat persiapan untuk menyambut kunjungan tersebut. Karena itu, kabar pembatalan kunjungan membuatnya kecewa.

‎Menurutnya, masyarakat berharap persoalan karhutla yang berdampak terhadap kehidupan sehari-hari tidak hanya menjadi perhatian di tingkat daerah, tetapi juga mendapat dukungan penanganan yang lebih serius dari pemerintah pusat.

‎Sementara itu, berdasarkan agenda kunjungan di wilayah Kobar, Menhut dijadwalkan meninjau sejumlah lokasi pada Kamis, 15 Oktober 2026, termasuk kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dan lokasi karhutla di Pangkalan Bun.

‎Agenda tersebut juga mencakup kunjungan ke Daerah Operasi (Daops) Manggala Agni Pangkalan Bun serta rapat evaluasi pengendalian karhutla di Kabupaten Kobar. Menhut dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Jumat (16/10). (DEVI/y)