BORNEONEWS, Sampit – Kualitas udara di Kabupaten Kotawaringin Timur semakin mengkhawatirkan akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai angka 513 pada pukul 16.00 WIB pada Rabu, (14 Oktober 2026) dengan kategori berbahaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kotim Gusti Mukafi mengatakan, angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan pengukuran pagi sebelumnya yang berada di angka 464.
Meski masih dalam kategori yang sama, yakni berbahaya, peningkatan nilai ISPU tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak paparan asap.
“Pukul 16.00 ini berada di angka 513, kategorinya berbahaya. Kalau pagi tadi 464, kategorinya juga berbahaya, tetapi kalau kita lihat level angkanya ada kenaikan,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 2026.
Kondisi udara di Kotim terutama di Kota Sampit pada pukul 16.00 WIB diselimuti kabut asap tebal, sehingga membuat nampak senja menjelang malam.
Mukafi menginbau khususnya warga Sampit dan sekitarnya, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih berbahaya. Warga juga diminta menggunakan masker apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan.
“Kalau tidak ada keperluan yang penting-penting amat, diurungkan saja keluar rumah, karena udara kita ini berbahaya,” tegasnya.
Menurutnya asap dari kebakaran berbagai jenis vegetasi turut memperburuk kondisi udara. Salah satunya berasal dari tanaman yang dikenal masyarakat setempat sebagai pohon jinga.
Asap dari kebakaran vegetasi tersebut dirasakan mengganggu kesehatan, terutama menyebabkan mata terasa pedas dan tenggorokan mengalami iritasi.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena masyarakat berisiko terpapar polutan ketika beraktivitas di luar ruangan, terlebih saat kabut asap masih menyelimuti wilayah.
Karena itu, DLH Kotim kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh kondisi udara saat ini.
Pembatasan aktivitas luar ruangan, penggunaan masker ketika harus keluar rumah, serta kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama.
“Kami mengimbau seluruh warga Sampit dan sekitarnya agar tetap waspada, karena udara ini sangat berbahaya,” pungkas Mukafi. (DEVI/R)









