BORNEONEWS, Sampit – Harga sarang burung walet di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), saat ini berkisar Rp3,5 juta hingga Rp4,5 juta per kilogram. Harga tersebut bergantung pada jenis dan kualitas sarang yang dihasilkan.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi para pelaku usaha sarang burung walet. Pasalnya, penurunan harga juga dibarengi dengan produksi yang cenderung menurun sehingga pendapatan yang diperoleh semakin berkurang.
Anto, salah seorang pelaku usaha sarang burung walet di Kotim, mengatakan bisnis walet saat ini sedang menghadapi masa sulit.
"Ya, kondisi ini kami rasakan karena harga jual yang jauh menurun dibandingkan beberapa tahun sebelumnya, sementara hasil panen juga tidak lagi sebanyak dahulu, " katanya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Ia menyebutkan sebelumnya harga per kilogram sarang burung walet itu lebih dari Rp10 juta dan hasil panen walet juga bagus, tapi sekarang turun signifikan.
Menurutnya, penurunan harga dan produksi tersebut membuat pelaku usaha harus menghadapi tekanan dari dua sisi sekaligus. Hasil panen yang semakin sedikit tidak lagi mampu memberikan pendapatan seperti sebelumnya, terlebih ketika harga jual juga mengalami penurunan.
Ia berharap pemerintah pusat dapat memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan usaha sarang burung walet. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memberikan kemudahan bagi pelaku usaha serta memperluas akses pasar ekspor.
Dengan terbukanya pasar ekspor yang lebih luas, ia berharap permintaan sarang burung walet meningkat sehingga dapat mendorong perbaikan harga di tingkat pelaku usaha.
“Dalam kondisi seperti ini, harapannya kebijakan pemerintah pusat lebih berpihak agar bisnis walet kembali bangkit. Bantu kemudahan dan perluasan pasar ekspor sehingga harga kembali naik,” harapnya.
Selain itu, dukungan kebijakan yang tepat dapat membantu pelaku usaha bertahan di tengah kondisi pasar yang belum menguntungkan.
"Kami berharap usaha sarang burung walet di Kotim bisa kembali berkembang dan memberikan hasil yang lebih baik bagi para petani walet, " harapnya. (DEVI/y)









