BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sebanyak 538 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah mengikuti Festival Seni Qasidah (FSQ) XII tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Kabupaten Kapuas pada 14–19 Oktober 2026. Festival selama enam hari ini menghadirkan sejumlah cabang perlombaan seni Islami dengan pusat kegiatan di Kompleks Islamic Center Masjid Agung Al Mukarram Kuala Kapuas.
FSQ XII menjadi ajang kompetisi sekaligus ruang bagi peserta untuk menampilkan kemampuan di bidang seni qasidah dan musik religi. Kegiatan ini juga mempertemukan peserta dari berbagai daerah dalam satu rangkaian kegiatan tingkat provinsi.
Ketua Harian Panitia Pelaksana, Suwarno Muriyat, dalam laporannya menyampaikan, penyelenggaraan festival melibatkan 55 orang dewan juri dan tim kerja provinsi serta 100 orang panitia pelaksana. Keterlibatan unsur tersebut mendukung pelaksanaan perlombaan selama enam hari.
"Cabang yang diperlombakan meliputi vokalis kasidah gambus kategori anak-anak, remaja, dan dewasa. Selain itu, terdapat lomba vokalis pop religi untuk tiga kelompok usia yang sama serta rebana klasik kategori remaja putra dan putri," ucapnya.
Ragam kategori tersebut memberikan ruang bagi peserta dari kelompok usia berbeda untuk berkompetisi. Seni kasidah gambus, pop religi, dan rebana klasik menjadi bagian dari kegiatan yang menggabungkan kemampuan vokal, musikalitas, dan penampilan kelompok.
Ketua DPW LASQI Nusantara Jaya Provinsi Kalimantan Tengah, Rayuhani, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kabupaten Kapuas, serta seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan festival.
Pembukaan FSQ XII ditandai dengan penabuhan rebana oleh Bupati Kapuas bersama sejumlah kepala daerah yang hadir. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten III Administrasi Umum Setda Provinsi Kalimantan Tengah Hj. Sunarti, Wakil Bupati Kapuas Dodo, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, jajaran perangkat daerah, pengurus LASQI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dewan juri, dan para peserta.
Penyelenggaraan festival diharapkan menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan seni qasidah sekaligus mendorong kreativitas generasi muda. Namun, keberlanjutan kegiatan seni religi juga bergantung pada ruang pembinaan bagi peserta agar kemampuan yang ditampilkan dalam kompetisi dapat terus berkembang setelah festival berakhir.
Selain menjadi ajang perlombaan, FSQ XII diharapkan mempererat hubungan antarkabupaten dan kota di Kalimantan Tengah. Melalui pertemuan peserta dan pengurus LASQI dari berbagai daerah, festival ini menjadi kesempatan untuk memperluas interaksi serta menjaga eksistensi seni religi di tengah masyarakat. (SABRIANOOR/H)









