BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya Khemal Nasery mendukung peluncuran layanan bus oksigen keliling gratis bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan.
Menurutnya, layanan tersebut dapat membantu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada warga yang membutuhkan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Kehadiran bus oksigen keliling menjadi penting karena masyarakat membutuhkan akses layanan kesehatan yang mudah dijangkau ketika mengalami gangguan pernapasan. Terlebih, dampak kabut asap dapat dirasakan oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk anak-anak dan lansia,” kata Khemal, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Ia mengapresiasi kolaborasi Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya dalam menjalankan layanan tersebut.
Namun, Khemal menegaskan program itu harus benar-benar memberikan manfaat langsung dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Menurutnya, pelaksanaan bus oksigen keliling perlu didukung tenaga medis, peralatan yang memadai, serta informasi yang jelas mengenai jadwal dan lokasi pelayanan.
Dengan begitu, masyarakat dapat mengetahui akses layanan secara pasti ketika membutuhkan penanganan.
Khemal juga mengingatkan penggunaan oksigen harus berdasarkan penilaian tenaga medis agar diberikan secara tepat dan aman.
Warga yang mengalami sesak napas berat atau gejala serius lainnya tetap diminta segera mencari pertolongan ke fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan penanganan lebih lengkap.
Selain layanan kesehatan, Khemal mendorong pemerintah terus memperkuat pencegahan dan penanganan karhutla agar sumber kabut asap dapat dikendalikan.
Menurutnya, penanganan dampak kesehatan harus berjalan beriringan dengan upaya memperbaiki kualitas udara.
“Kita berharap program bus oksigen keliling gratis dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Palangka Raya,” ujarnya.
Ia juga meminta pelaksanaan program dievaluasi secara berkala agar jangkauan dan kualitas pelayanan dapat terus ditingkatkan selama kabut asap masih menjadi perhatian. (MARINI/j)









