BORNEONEWS, Palangka Raya — Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya memutuskan memperpanjang pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP pada 19 hingga 21 Oktober 2026.
Keputusan ini diambil setelah memantau kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, menjelaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada tanggal 15, 16, 17, dan 18 Oktober 2026.
Data menunjukkan kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya, sehingga diperlukan langkah antisipatif untuk melindungi kesehatan peserta didik.
"Keputusan ini diambil demi melindungi kesehatan anak-anak kita. Paparan udara yang tidak sehat dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan," ujar Jayani, Senin, 19 Oktober 2026.
Perpanjangan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan sebelumnya yang telah ditetapkan melalui Surat Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya Nomor 100.3.4.4/4415/Disdik.Umpeg/X/2026 tanggal 14 Oktober 2026.
Kebijakan ini diambil untuk mengurangi paparan udara tidak sehat sekaligus memastikan proses pembelajaran tetap berjalan optimal dari rumah.
Jayani menegaskan bahwa kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan peserta didik selalu menjadi prioritas utama Dinas Pendidikan.
Setiap kebijakan yang diambil berlandaskan data dan fakta di lapangan, tidak semata-mata atas pertimbangan administratif.
Pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi harian terhadap perkembangan kualitas udara di Kota Palangka Raya.
Apabila kondisi udara membaik dan aman untuk aktivitas luar ruangan, pembelajaran tatap muka akan segera diberlakukan kembali secara bertahap.
Selama masa perpanjangan PJJ, pihak sekolah diminta memastikan materi pembelajaran tetap tersampaikan dengan baik namun tidak membebani siswa dan orang tua.
Komunikasi antara guru dan orang tua juga diharapkan tetap terjalin dengan baik agar pembelajaran dari rumah dapat berjalan lancar.
"Kami mohon pengertian dan dukungan seluruh orang tua, guru, dan warga sekolah. Semoga kabut asap segera hilang dan kita dapat kembali belajar seperti biasa di sekolah," harap Jayani. (PATHUR/j)









