PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia atau The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) meneliti 1.170 berita atau artikel terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama periode 1 Maret hingga 9 September 2026. Riset tersebut dilakukan untuk melihat pola pemberitaan karhutla, termasuk dalam konteks ancaman El Niño.

Divisi Program dan Kerja Sama SIEJ, Della Syahni, memaparkan hasil riset tersebut dalam Green Editor Forum (GEF) bertajuk El Niño dan Karhutla: Melihat Api di Meja Redaksi, Senin, 19 Oktober 2026.

Dalam penelitian tersebut, SIEJ menganalisis pemberitaan menggunakan kata kunci “Karhutla 2026” dan “Karhutla El Nino 2026”. Riset ini mencakup tujuh media, terdiri dari media lingkungan, media daerah di wilayah rawan karhutla, serta media nasional.

Tujuh media yang diteliti yakni Mongabay Indonesia sebagai media lingkungan, Suarakalbar.co.id, Borneonews.co.id, Cakaplah.com, Sumselupdate.com, Kompas.com, dan Detik.com.

Borneonews menjadi salah satu media daerah yang masuk dalam objek penelitian tersebut.

"Pelibatan media lokal menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana isu karhutla diberitakan di wilayah yang berhadapan langsung dengan ancaman kebakaran hutan dan lahan," kata Della menyampaikan hasil riset.

Selain menghitung jumlah berita, riset SIEJ juga mencatat total 1.624 narasumber atau orang yang muncul dalam pemberitaan selama periode penelitian. Data tersebut menjadi bagian dari pemetaan terhadap praktik jurnalistik media dalam mengangkat persoalan karhutla.

"Riset ini menjadi salah satu bahan evaluasi untuk melihat bagaimana media mengangkat isu karhutla, mulai dari peristiwa kebakaran hingga aspek pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan akuntabilitas pemerintah," tuturnya.

Melalui Green Editor Forum, SIEJ mendorong redaksi media nasional dan daerah untuk memperkuat pemberitaan lingkungan yang tidak hanya berfokus pada kejadian kebakaran.

Media juga diharapkan mampu mengangkat faktor penyebab, risiko yang dihadapi masyarakat, serta langkah antisipasi yang perlu dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Di tengah potensi ancaman El Niño, pemberitaan yang berbasis data dan berorientasi pada pencegahan dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus mengawal kesiapan pemerintah dalam menghadapi karhutla.

Forum ini juga menjadi ruang bagi media untuk mengevaluasi pendekatan editorial masing-masing, termasuk memperbaiki kualitas informasi, memperluas perspektif narasumber, serta memperkuat fungsi kontrol pers terhadap kebijakan penanganan karhutla. (TESTI PRISCILLA/j)