KUALA KURUN –

BORNEONEWS, Kuala Kurun – Keterbatasan sarana pemadaman membuat Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mengusulkan bantuan 100 sumur bor dan 12 mobil pemadam kebakaran untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong mengatakan sumur bor tidak hanya disiapkan untuk kebutuhan pemadaman, tetapi juga diharapkan dapat menjadi sumber air bersih bagi masyarakat.

“Sumur bor kami rencanakan punya manfaat jangka panjang, yakni sebagai sumber air bersih bagi masyarakat sepanjang tahun, sekaligus untuk pengisian mobil pemadam kebakaran jika diperlukan,” kata Jaya, Selasa, 20 Oktober 2026.

Di tengah keterbatasan armada, Pemkab Gumas saat ini memanfaatkan 34 kendaraan dinas milik perangkat daerah yang dimodifikasi dengan tandon air dan mesin pompa portabel.

“Armada modifikasi ini terbukti sangat membantu operasional pemadaman di lapangan,” ujarnya.

Menurut Jaya, jumlah titik panas di Gunung Mas telah menurun signifikan. Kondisi tersebut turut dipengaruhi hujan lebat yang beberapa kali turun dengan durasi lebih dari satu jam.

Meski titik api berkurang, kabut asap masih dirasakan di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah pun memperpanjang status tanggap darurat karhutla dan mempertahankan kesiapsiagaan personel.

Penanganan masih dilakukan bersama Forkopimda, instansi terkait, dan masyarakat.

Pemkab Gumas juga mempertimbangkan pendekatan pencegahan lain, termasuk pembinaan berbasis adat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.